Banjir bandang di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan 34 orang meninggal dunia. (Foto: iNews/Joni Nura)
Antara

JAYAPURA, iNews.id - Sebanyak 54 orang dilaporkan tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini upaya pencarian korban masih terus berlangsung.

"Jumlah korban hingga Minggu sore sebanyak 54 orang," kata Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, saat dikonfirmasi, Minggu (4/4/2021) malam.

Menurut dia, upaya pencarian korban yang tertimbun material longsor masih terus dilakukan di Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng.

Sementara korban banjir bandang di titik lainnya yaitu, wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kecamatan Adonara Timur.

"Ada korban meninggal juga yang ditemukan di Desa Nobo yang berada di area bawah Desa Nele Lamadiken karena terseret banjir," ujarnya.

Menurutnya saat ini upaya pencarian korban masih terus berlangsung di lapangan oleh petugas dengan dukungan berbagai elemen masyarakat setempat.

Dia memastikan, pemerintah daerah masih terus bergerak di lapangan untuk melakukan langkah penanggulangan dampak bencana, baik pencarian dan evakuasi korban, maupun penanganan korban yang selamat.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal

BERITA TERKAIT