JAKARTA, iNews.id - Masyarakat Papua memililiki berbagai senjata tradisional yang mematikan. Salah satunya belati atau bahasa lokalnya pisuwe.
Ndam emak pisuwe ini terbuat dari tulang femur manusia atau tulang paha, sedangkan pi pisuwe dibuat dengan tulang burung kasuari.
Belati dari tulang manusia menjadi bagian dari senjata orang Papua Nugini. Sementara di Papua, belati terbuat dari tulang kaki burung kasuari yang merupakan satwa endemik daerah tersebut.
Selain berbahan tulang, belati ini juga memiliki hiasan ukiran dan rumbai dari bulu kasuari pada bagian gagangnya. Saat ini, pria Papua akan mengenakan belati sebagai bagian dari pakaian adat mereka saat upacara adat yang dililitkan di sisi pinggang.
Sebelum penjajahan Belanda tahun 1950-an, belati ini dibawa orang Asmat, salah satu suku di Papua dalam ritual pembunuhan. Belati ini punya kemampuan untuk melumpuhkan sasaran dan membunuh.
Sebab sejak zaman dulu, orang Papua terkenal dengan kemampuan berburu di hutan maupun laut sehingga tak heran mereka memiliki berbagai senjata tradisional mematikan. Meski bentuknya kecil panjangnya tak lebih dari 30 cm, belati ini sangat tajam dan menjadi senjata andalan selain busur dan panah.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait