Jenazah tenaga medis Yeremia Lobo tiba di Sorong dan disambut tangis keluarga usai tewas dalam serangan di Tambrauw. (Foto: Ist)

SORONG, iNews.id - Jenazah tenaga medis Yeremia Lobo tiba di rumah duka di Jalan Klazelo (Kolam Buaya), Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (17/3/2026). Kedatangan jenazah korban serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) disambut isak tangis keluarga.

Suasana haru langsung pecah saat mobil yang membawa jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 10.00 WIT. Keluarga dan warga yang telah menunggu sejak pagi tampak terpukul atas kepergian korban.

Beberapa anggota keluarga bahkan harus dipapah karena tidak kuasa menahan kesedihan. Sosok Yeremia Lobo dikenal sebagai pribadi sederhana dan bertanggung jawab.

Keluarga juga membantah klaim yang menyebut korban sebagai aparat keamanan. Mereka menegaskan Yeremia Lobo merupakan tenaga medis sipil.

Paman korban, Markus Sampebade, menegaskan bahwa keponakannya bekerja sebagai tenaga kesehatan di RS Pratama FEF, Kabupaten Tambrauw.

“Anak kami Yermia Lobo bekerja di Rumah Sakit Pratama di Tambrauw. Dia tenaga medis. Jadi sama sekali tidak benar pernyataan kelompok yang melakukan penyerangan bahwa mereka aparat. Itu hoaks dan menyesatkan,” ujar Markus dikutip dari iNews Sorong Raya, Rabu (18/3/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden berdarah terjadi saat empat warga sipil, termasuk tiga tenaga medis, dalam perjalanan menuju Kota Sorong.

Rombongan berangkat sekitar pukul 11.00 WIT dari wilayah Tambrauw untuk berlibur. Namun di tengah perjalanan, mereka diserang kelompok bersenjata di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama. Dalam peristiwa tersebut, dua orang berhasil selamat. Sementara dua lainnya, yakni Yeremia Lobo dan Yohanes Edwintus Bido, meninggal dunia di lokasi kejadian.

Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh tim gabungan TNI-Polri. Selanjutnya, dilakukan proses visum di RSUD Sele Be Solu sebelum dibawa ke rumah duka.

“Kami berharap pihak keamanan dan pemerintah menanggapi serius peristiwa keji ini. Ini sudah berulang. Minggu lalu ada pegawai honorer yang diserang hingga meninggal dunia, sekarang terjadi lagi dan menimpa anak kami,” kata Markus.

Kepergian Yeremia Lobo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama istri dan anaknya yang masih berusia 1 tahun.

Kerabat korban, Marlius Randan, mengenang almarhum sebagai pribadi baik dan penuh perhatian.

“Almarhum itu orang baik. Walaupun kami jarang bertemu karena kesibukan, tapi dia selalu menunjukkan perhatian kepada keluarga,” ujarnya.

Warga sekitar juga mengenang korban sebagai sosok ramah dan mudah bergaul. Kehilangannya menjadi pukulan berat bagi lingkungan tempat tinggalnya.

Keluarga mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk meningkatkan perlindungan terhadap warga sipil di Tambrauw. Mereka menilai insiden kekerasan sudah berulang dalam waktu dekat.

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Yeremia Lobo rencananya akan dimakamkan di Kota Sorong. Keluarga berharap almarhum mendapat tempat terbaik, sementara mereka yang ditinggalkan diberi kekuatan.

Peristiwa tewasnya tenaga medis Yeremia Lobo ini kembali menyoroti kondisi keamanan di Kabupaten Tambrauw. Tragedi tersebut menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi tenaga medis dan warga sipil di wilayah rawan konflik.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network