Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto di Timika, Papua. (Foto: iNews/Nathan Making)

TIMIKA, iNews.id – Konvoi bus milik PT Freeport Indonesia yang mengangkut karyawan menuju Tembagapura, kembali diberondong tembakan di Mile 60 oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), Selasa (5/6/2018). Beruntung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Namun, kaca depan sebuah bus rusak terkena proyektil peluru.

Teror penembakan itu terjadi sekitar pukul 10.20 WIT. Ketika itu, sembilan unit bus berjalan beriringan dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Rute perjalanannya Terminal Gorong-Gorong PT FI Timika menuju Mile 68 Tambang Tembagapura.

Saat melewati Mile 60 yang berdekatan dengan Pos RPU 47 Jalan Tambang PT Freeport, tiba-tiba saja konvoi bus tersebut diberondong peluru oleh OTK. Akibatnya, bus urutan keenam dengan nomor lambung 140458 yang dikemudikan oleh Refly Palit tertembak di bagian kaca sebanyak tiga kali. Selain mengenai kaca, peluru juga mengenai bodi samping bus dan pijakan kaki sopir saat naik bus.

Serangan tersebut membuat konvoi bus karyawan terpaksa berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan. Aparat keamanan kemudian mengejar sekelompok orang yang melakukan aksi teror penembakan itu. Setelah situasi sudah mulai aman, konvoi bus kemudian melanjutkan perjalanan menuju Mile 68.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan, penembakan di Mile 60 yang dilakukan oleh KKB. Dia memperkirakan KKB tersebut terdiri atas dua kelompok, yakni dari Kali Kopi dan kelompok dari pegunungan.

Agung mengatakan, di Mile 60 memang tidak ada pos pengamanan sehingga bersifat hanya patroli saja. Saat kejadian, aparat langsung menindak dengan cara membalas tembakan dan mengejar KKB. “Sekarang kondisinya sudah aman. Atas peristiwa itu, petugas sudah dibagi untuk mengejar KKB. Ada juga yang melakukan olah TKP, melakukan penyelidikan atas kejadian penembakan,” kata Agung Marlianto.

Pascapenembakan tersebut, polisi akan meningkatkan pengamanan di kawasan Tembagapura. Ini sudah direncanakan sebelum serangan KKB tersebut. ”Dari kemarin kedatangan pak kapolda sudah dibahas ada permintaan penambahan sekitar 100 atau 200 personel untuk mem-backup di Tembagapura, tapi itu tidak ada kaitannya dengan penembakan ini,” kata Agung.


Editor : Maria Christina

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network