Polisi negosiasi dengan warga di Sarmi Papua terkait aksi pemalangan jalan. (Foto: Istimewa).

SARMI, iNews.id - Polisi bernegosiasi dengan warga agar membuka palang di jalan raya, Kabupaten Sarmi, Papua. Pemalangan ini dilakukan karena mereka protes pekerjaannya belum dibayar.

Pemalangan ini bertempat di Kampung Bagaiserwar II, Kecamatan Sarmi. Motifnya, warga protes lantaran ongkos pekerjaan penimbunan Jembatan mega belum dibayarkan sampai sekarang.

Kanit Binmas Polsek Sarmi, Bripka Obed May, mendatangi TKP pemalangan jalan dan mengimbau agar membuka palang  karena mengganggu ketertiban umum bagi penguna jalan raya.

"Kami mendatangi Kepala Distrik Sobey Simon Yaas dan bersama-sama mendatangi TKP kemudian bernegosiasi dengan warga agar membuka palang jalan," kata Bripka Obed May.

Salah satu warga, Maurids Yaas mengatakan, warga protes karena pembayaran ongkos kerja yang harusnya dilunasi pada 15 Oktober lalu sampai sekarang belum juga direalisasikan.

"Saat negosiasi ini warga juga menyampaikan aspirasinya, mereka akan kembali memalang jalan dengan menebang pohon kelapa dekat dengan Jembatan Mega bila ongkos ini tak juga diberikan," ujarya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network