PUNCAK, iNews.id - Situasi di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, memanas setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintahan pada Selasa (11/8/2026) malam. Sedikitnya tujuh fasilitas pemerintah hangus terbakar, termasuk Kantor Bupati Puncak dan DPRD.
Aksi pembakaran terjadi setelah massa mempertanyakan dana yang disebut dijanjikan sebesar Rp130 juta per kampung, namun belum diterima. Kericuhan kemudian meluas hingga sejumlah bangunan pemerintahan menjadi sasaran pembakaran.
Kepolisian langsung mengerahkan personel untuk mengendalikan situasi dan mencegah gangguan keamanan meluas. Bangunan yang terbakar antara lain Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Kantor Bupati Puncak, DPRD Puncak, Dukcapil, Kesbangpol, Dinas Sosial, serta Kantor Keuangan.
Selain gedung pemerintahan, satu kendaraan dinas milik Ketahanan Pangan yang berada di halaman Kantor Bupati Puncak juga ikut terbakar. Api melanda sejumlah fasilitas setelah massa melakukan aksi yang berujung anarkistis.
Kericuhan terjadi setelah proses penyaluran Dana Desa tahap I reguler 2026. Sejumlah massa mendatangi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) dan sempat bertemu dengan Bupati Puncak Elvis Tabuni.
Namun, situasi kemudian memanas hingga aksi pembakaran terjadi dan merembet ke sejumlah fasilitas pemerintahan lainnya. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti serta pihak-pihak yang terlibat dalam aksi tersebut.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait