2 Personel Raider Tewas akibat Truk Masuk Jurang, Kogabwilhan: Ini Musibah

Sindonews, SM Said, Herawati ยท Jumat, 11 September 2020 - 22:52 WIT
2 Personel Raider Tewas akibat Truk Masuk Jurang, Kogabwilhan: Ini Musibah
Truk yang membawa 17 personel Yonif R 400/BR masuk ke jurang di Tikungan Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. (Foto: ist)

INTAN JAYA, iNews.id – Dua prajurit Raider Yonif 400/BR tewas dan 15 lainnya luka-luka setelah truk yang mereka tumpangi masuk jurang di Tikungan Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat (11/9/2020).

Berdasarkan informasi, ke-17 prajurit Raider Yonif 400/Banteng Raiders itu yang bermarkas di Semarang, Jawa Tengah itu sedang menjalankan tugas pengamanan daerah rawan (Satgas Pamrahwan) BKO Kodam XVII/Cenderawasih.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kol Czi Gusti Nyoman Suriastawa mengatakan, peristiwa itu sekitar Pukul 16.00 WIT tersebut.

Menurut Kol Czi Gusti Nyoman Suriastawa, hal ini adalah musibah dan risiko pengorbanan prajurit pada bangsa dan negara.

"Saat ini sedang dilaksanakan evakuasi korban personel dari TKP menuju Puskesmas Bilogai dan mengamankan tempat kejadian dan mengecek materiil yang ikut jatuh ke jurang bersama truk.

Batalion Infanteri Raider 400/Banteng Raiders adalah sebuah batalion infanteri raider Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sebelumnya bernama Yonif 401/Banteng Raider. Batalion yang sudah ada sejak 23 Maret 1953 ini awalnya adalah Batalion 454 yang sejak dulu sudah dikenal sebagai satuan elite setingkat pasukan komando (pasukan khusus).

Batalion 454 pada tahun 1965 mendapat perintah untuk mengikuti HUT ABRI 1965 di Jakarta, namun batalyon ini akhirnya berada di tengah simpang siur situasi sejarah Gerakan 30 September.


Editor : Kastolani Marzuki