21 Tahun Bekerja Tak Dapat Cuti, Ibu Paruh Baya di Raja Ampat Dipecat Tanpa Pesangon

Chanry Andrew Suripatty ยท Jumat, 21 Agustus 2020 - 12:25:00 WIT
21 Tahun Bekerja Tak Dapat Cuti, Ibu Paruh Baya di Raja Ampat Dipecat Tanpa Pesangon
Ibu paruh baya dipecat tanpa pesangon setelah 21 tahun bekerja tanpa cuti. (Foto: iNews/Andrew Chanry).

WAISAI, iNews.id - Seorang perempuan paruh baya di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, dipecat secara sepihak oleh perusahaan. Korban merasa diperlakukan tidak adil, karena tak pernah mendapat peringatan atau teguran sebelumnya.

Korban atas nama Rahima Soasiu (51), karyawati PT Yellu Mutiara yang berada di Kampung Yellu, Distrik Misool Selatan. Dia sudah bekerja untuk perusahaan tersebut selama 21 tahun, namun malah dapat perlakuan yang tidak menyenangkan.

"Memang saya pernah lima hari tidak bekerja, karena sedang menjaga orang tua yang sakit," kata Rahima saat dikonfirmasi iNews, Kamis (20/8/2020).

Selama 21 tahun bekerja, dia tidak pernah mendapat jatah cuti. Padahal perusahaan wajib memberikan hak cuti tahunan. Meski begitu dia tetap siap mengabdi di PT Yellu Mutiara.

"Saat saya masuk kerja kembali, tidak pernah ada panggilan atau pemberitahuan. Sehari kemudian saya dipanggil dan dianggap sudah mengundurkan diri, serta tidak berhak atas uang pesangon," ujarnya.

Kondisi ini membuat Rahima tidak bisa lagi membayar kebutuhan sekolah dua anaknya. Dia berharap pemerintah daerah dapat membantu dan mencari solusi atas masalah yang dialaminya ini.

"Anak saya yang kuliah semester dua akhirnya tidak melanjutkan lagi. Saya tidak tahu harus kemana saya mengadu, karena sudah tidak punya uang," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, tim iNews masih mencoba mengonfirmasi kabar pemecatan karyawati tersebut. Kepala Personalia PT Yellu Mutiara, Farman Soasiu, tak bisa dihubungi karena nomor ponselnya tak aktif.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: