3 Anggota Polres Raja Ampat Dipecat, Kapolres: Mereka Merugikan Negara

Chanry Andrew Suripatty ยท Rabu, 09 September 2020 - 22:45 WIT
3 Anggota Polres Raja Ampat Dipecat, Kapolres: Mereka Merugikan Negara
Kapolres Raja Ampat AKBP Andre JW Manuputty memimpin upacara pemberhentian tidak dengan hormat ketiga anggota Polri di lapangan apel Mapolres Raja Ampat, Rabu (9/9/2020). (Foto: iNews/Andrew Chanry Suripatty)

WAISAI, iNews.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memberhentikan tidak dengan hormat tiga anggota Polres Raja Ampat. Ketiganya dipecat karena dianggap melakukan pelanggaran dalam dinas Kepolisian.

Upacara pemberhentian tidak dengan hormat ketiga oknum anggota Polri tersebut dipimpin langsung Kapolres Raja Ampat AKBP Andre JW Manuputty di lapangan apel Mapolres Raja Ampat, Rabu (9/9/2020). Dalam upacara tersebut, ketiga anggota yang dipecat tidak hadir.

Ketiga anggota Polres Raja Ampat yang diberhentikan dengan tidak hormat tersebut, masing-masing, Brigpol Junaedi Iriyanto. Pemecatannya berdasarkan surat keputusan Kapolda Papua Barat Nomor:Kep/170/VI/2020 tentang Pemberhentian Tidak dengan Hormat dari Dinas Polri.

Selanjutnya Briptu Yansen Tiba yang diberhentikan berdasarkan Keputusan Kapolda Papua Barat Nomor: Kep/171/VI/2020. Kemudian, Bripda Gusti Ongen Renjaw yang sebelumnya bertugas di Sat Polair Polres Raja Ampat. Pemecatan Gusti Ongen Renjaw berdasarkan Keputusan Kapolda Papua Barat Nomor :Skep/197/VI/2020.

Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre JW Manuputty mengatakan, ketiga anggotanya tersebut diketahui melanggar pasal 14 ayat (1) huruf a, Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri dan atau Pasal 21 ayat 3 huruf (e) Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

“Ketiga anggota ini sudah lama tidak masuk dinas. Kami sudah berkali-kali mengingatkan mereka untuk masuk dinas, tapi mereka tidak pernah melaksanakan, tidak pernah mengindahkan,” kata Andre JW Manuputty.

Andre mengatakan, ketiga personel ini harus ditindak tegas agar tidak menjadi preseden atau contoh buruk bagi personel lain di Polres Raja Ampat. Selain itu, jika dibiarkan, ketiganya akan merugikan negara.

“Saya kira wajar untuk hal seperti ini mereka diberhentikan dengan tidak hormat. Lebih baik dikeluarkan daripada merugikan negara dalam hal penggajian. Sebab, kontribusinya tidak bisa dimanfaatkan,” katanya.

Kapolres Raja Ampat berharap kepada Anggota di Polres Raja Ampat agar tidak mencontoh perilaku ketiga oknum anggota yang baru saja diberhentikan dengan tidak dengan hormat itu.

“Ini bentuk ketegasan agar ke depan tidak ada personel di Polres Raja Ampat yang di-PTDH lagi,” kata Andre.


Editor : Maria Christina