7 Tokoh yang Melegenda di Kopassus, Nomor 5 Ahli Intelijen Penuh Misteri
JAKARTA, iNews.id - Kopassus atau Komando Pasukan Khusus merupakan komando utama tempur yang dimiliki TNI Angkatan Darat. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian dan antiteror.
Prajurit Kopassus juga dikenal dengan sebutan pasukan baret merah. Pasukan elite yang disegani dunia ini punya moto 'Berani, Benar, Berhasil'.
Sejak terbentuk, Kopassus telah melahirkan sejumlah tokoh yang melegenda. Nama-nama jenderal TNI ini tak bisa dilepaskan dari Kopassus.

Letnan Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (25 Juli 1925-9 November 1989) merupakan tokoh militer Indonesia. Dia ayah mertua dari Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam karier di militer, Sarwo Edhie sempat menjabat sebagai Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang kini menjadi Kopassus.
Saat peristiwa pengkhianatan G30S/PKI, Sarwo Edhie dan pasukannya berhasil mengangkat jenazah para jenderal dan perwira TNI AD di Lubang Buaya. Dia juga ikut membasmi PKI di daerah Jawa Tengah.
2. Slamet Riyadi
Ignatius Slamet Rijadi atau lebih dikenal Slamet Riyadi menjadi perwira TNI yang pertama kali mencetuskan ide dibentuknya Kopassus. Namun, pemikiran tersebut baru bisa diimplementasikan dan direalisasikan Alex Kawilarang.
Pada usia yang masih sangat muda 23 tahun, Slamet memimpin pasukan yang ditugaskan untuk membasmi pemberontakan RMS di wilayah Timur Indonesia. Slamet Riyadi gugur tertembak pada 4 November 1950 di Ambon saat pertempuran RMS.
3. Alex Kawilarang
Sebagai tokoh legendaris Kopassus, Kolonel Alex Evert Kawilarang atau AE Kawilarang pernah memimpin penumpasan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS). Dia juga membentuk pasukan komando Angkatan Darat.
Kariernya dalam dunia militer terbilang moncer. Tak hanya menumpas RMS, Alex pun berjasa dalam penumpasan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dam DI/TII.
Alex merupakan pendiri Kesko TT yang kemudian menjadi Kopassus. Pada tahun 1958, dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai atase militer di Amerika Serikat untuk bergabung dengan pemberontakan Permesta, melawan pasukan Kopassus bentukannya. Keterlibatannya dalam Permesta menghentikan karier militernya dengan TNI, tetapi dia tetap populer dan aktif dalam komunitas angkatan bersenjata sampai masa tuanya.

4. Muhammad Idjon Djanbi
Idjon Djanbi bernama asli Rokus Bernardus Visser. Tokoh yang sangat berpengaruh bagi Kopassus ini merupakan mantan perwira instruktur Pasukan Khusus Belanda.
Pada 1952, Kolonel Alex Kawilarang memanggil Idjon untuk menjadi pelatih bagi sebuah pasukan elite demi menumpas DI/TI. Dia pun menerima tawaran itu dan mengasah mental serta fisik para anggota TNI AD terpilih agar menjadi prajurit tangguh dan memiliki kualitas tinggi.
Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin Moerdani atau LB Moerdani lebih dikenal dengan nama Benny Moerdani (2 Oktober 1932-29 Agustus 2004). Dia merupakan salah satu tokoh militer Indonesia paling berpengaruh pada era Orde Baru.
Benny Moerdani dikenal sebagai perwira TNI yang banyak berkecimpung di dunia intelijen sehingga sosoknya banyak dianggap misterius.
Moerdani merupakan perwira yang ikut terjun langsung di operasi militer penanganan pembajakan pesawat Garuda Indonesia Penerbangan 206 di Bandara Don Mueang, Bangkok, Kerajaan Thai pada tanggal 28 Maret 1981, peristiwa yang kemudian dicatat sebagai peristiwa pembajakan pesawat pertama dalam sejarah maskapai penerbangan Indonesia dan terorisme bermotif jihad pertama di Indonesia.
Dia juga dianggap banyak kalangan sebagai sosok yang bertanggung jawab terhadap peristiwa Tanjung Priok dan penembakan misterius pada tahun 1980-an (petrus).
Dalam posisi pemerintahan, selain sebagai Panglima ABRI, Benny Moerdani pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan dan juga Pangkopkamtib.

Prabowo Subiantoi salah satu tokoh yang melegenda di Kopassus. Pangkat terakhir di korps baret ini sebagai Letjen dan pernah menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.
Prabowo pernah ditugaskan menjadi Komandan Pleton Group I sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Leste (dulu Timor Timur) di usianya yang baru 26 tahun. Meski masih muda, Prabowo dan pasukannya mendapat perintah untuk menangkap Nicolau dos Reis Lobato, Perdana Menteri pertama Timor Timur.
Bukan hanya itu, Prabowo juga berhasil menangkap Letkol Xanana Gusmao. Bahkan, karena keberhasilannya, ia dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus pada 1983.
Pada Desember 1995, Prabowo diangkat sebagai komandan jenderal Kopassus dengan pangkat mayor jenderal. Pada 20 Maret 1998, Prabowo diangkat menjadi Pangkostrad, meski hanya 10 hari. Lalu, menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI, sebagai jabatan terakhirnya.
Saat ini Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden Joko Widodo.

Letnan Jenderal TNI (Purn) Sintong Hamonangan Panjaitan atau biasa disebut Sintong Panjaitan menjadi salah satu legenda Kopassus. Dia pernah menjadi Penasihat Militer Presiden BJ Habibie, Sesdalopbang (Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan), Pangdam IX Udayana, Danjen Kopassus.
Selama berkarier di militer, Sintong telah menerima 20 perintah operasi/penugasan di dalam dan luar negeri. Sintong berasal dari Tarutung, Sumatera Utara.
Pada awal karierm Sintong pernah memimpin Grup-1 Para Komando yang terjun dalam operasi kontra-terorisme pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla. Operasi ini dijalankan saat berpangkat letnan kolonel.
Walaupun terdapat dua korban jiwa, operasi itu dinilai sukses sehingga dia beserta timnya dianugerahi Bintang Sakti dan dinaikkan pangkatnya satu tingkat. Keterlibatannya dalam operasi militer di daerah Timor Timur membuat Sintong diangkat menjadi Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana yang mencakup Provinsi Timor Timur.

Editor: Donald Karouw