Amankan Perairan Arafura dari Gangguan Asing, Danlantamal IX : Kapal Perang Selalu Berlayar
TIMIKA, iNews.id - Perairan Laut Arafura dipastikan cukup aman dari kasus pencurian ikan oleh kapal-kapal berbendera asing. Kondisi geografis dan topografis pesisir pantai selatan Papua yang berlumpur dan landai menjadi kurang ideal bagi kapal-kapal asing untuk mencuri ikan dan berbagai tindak kejahatan di wilayah perairan lainnya.
Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IX/Merauke Brigjen TNI Marinir Gatot Mardiyono mengatakan, jajaran TNI AL didukung oleh semua komponen terkait lainnya terus meningkatkan patroli dan pengawasan.
Patroli ini, kata dia untuk menjaga kelangsungan ekosistem perairan Arafura dari gangguan kapal-kapal asing yang datang mencuri ikan yang sangat kaya di wilayah tersebut.
"Tetap kita waspada karena yang kecil-kecil itu pasti masih ada, apalagi kita bertetangga langsung dengan Papua Nugini dan Australia. Dan itu sudah kita antisipasi dengan mengerahkan kapal kapal-angkatan laut. Alhamdulillah sampai saat ini untuk hal-hal besar belum ada di wilayah kami," ujar Gatot di Timika, Rabu (16/3/2022).
Dia menuturkan, kapal-kapal TNI AL di bawah kendali Satuan Tugas Komando Armada terus berkeliling hingga wilayah perairan Merauke untuk menjaga kedaulatan negara dari berbagai potensi gangguan termasuk kasus pencurian ikan oleh kapal-kapal asing.
"Kapal-kapal perang selalu ada, kalau berlayar sampai di Merauke dia akan sandar untuk mengisi bahan bakar dan selanjutnya akan operasi lagi berkeliling wilayah Indonesia," tuturnya.
Menurutnya, untuk melakukan pengawasan dan pemantauan dalam jarak dekat, setiap hari satuan patroli Pangkalan Utama TNI AL XI/Merauke selalu rutin beroperasi.
Pangkalan Utama TNI AL XI/Merauke, kata dia memiliki area jangkauan wilayah yang cukup luas meliputi perairan selatan Papua mulai dari Merauke hingga Kabupaten Mimika.
Dia mengungkapkan, kasus pencurian ikan oleh kapal-kapal berbendera asing terutama dari China marak terjadi di wilayah perairan Arafura pada beberapa tahun lalu.
Sebagian kapal asing berbendera China itu sudah tenggelam di perairan Pomako, Distrik Mimika Timur, namun ada beberapa lagi kabur dari kolam bandar perairan Pomako setelah beberapa bulan ditangkap aparat gabungan.
Editor: Kurnia Illahi