Baku Tembak dengan TNI, 2 Anggota KKB Tewas dan Puluhan Luka-Luka

Chanry Andrew Suripatty ยท Selasa, 03 April 2018 - 20:09:00 WIT
Baku Tembak dengan TNI, 2 Anggota KKB Tewas dan Puluhan Luka-Luka
Tim Satgas TNI/Polri mengejar ratusan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Tembagapura, Papua. (Foto: Dok.iNews.id)

TEMBAGAPURA, iNews.id – Dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam kontak senjata dengan pasukan TNI di Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (1/4/2018).

Kontak senjata itu juga mengakibatkan satu prajuirt TNI Angkatan Darat (AD) Pratu Vicky Rumpaidus gugur dalam kontak senjata tersebut. Selain itu, seorang prajurit TNI dari Batalion 751/Rider, Kopda Sumanto dilapokran mengalami luka tembak di betis kaki kanan.

Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhamad Aidi mengatakan, puluhan personel TNI masih mengejar terhadap 200-an anggota KKB yang disinyalir kelompok gabungan dari sejumlah kelompok pengacau keamanan di daerah Banti.

"Saat kontak tembak, dari hasil pantauan drone dari kelompok mereka dua orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Kemudian sambil mundur melarikan diri, mereka membakar rumah warga," ungkap Muhamad Aidi, Selasa (3/4/2018).

Insiden kontak tembak di Kampung Banti, menurut Aidi, terjadi saat pasukan gabungan TNI/Polri mengejar KKB yang membakar rumah warga. Pembakaran rumah warga tersebut diduga merupakan realisasi ultimatum yang disiarkan sebelumnya melalui media, bahwa mereka menyatakan perang terhadap TNI dan Polri, serta menuntut penutupan operasional tambang asing termasuk Freeport.

Selain menebar ancaman terhadap keamanan, mereka juga menyerukan kepada kelompok KKB lainnya untuk bersatu.

Rumah yang dibakar milik warga yang sebelumnya juga turut menjadi sandera KKB di tahun 2017 lalu. Usai insiden penyanderaan 1.300 warga di sejumlah desa tersebut selesai, tidak kurang dari 400 warga asli setempat tidak mengungsi. "Kita bersyukur seluruh warga itu dalam keadaan aman,” ujar Aidi.

Menurut Aidi, jumlah anggota gabungan KKB diprediksi mencapai 200 orang. Sebagian besar memakai senjata tradisional seperti parang, panah dan tombak. Sedang 40-50 orang menggunakan senjata laras panjang standar militer.

Aidi mengatakan, TNI kini menerjunkan 50 personel untuk mengejar KKB tersebut. Mereka terdiri atas Yonif 751/R 20 orang, Yonif 754/ENK 20 orang dan Brigif 20/IJK 10 orang. “Kita tidak bisa mengerahkan pasukan besar karena medan terjal dan berbahaya. Sehingga bergerak kelompok kecil," tandas Aidi.

Editor : Kastolani Marzuki