Berkarier di TNI, Ini Tiga Putra Papua yang Sukses Jadi Jenderal Bintang 3

Riezky Maulana ยท Minggu, 27 September 2020 - 07:05:00 WIT
Berkarier di TNI, Ini Tiga Putra Papua yang Sukses Jadi Jenderal Bintang 3
Letjen TNI (Purn) Joppye Onesimus Wayangkau (kanan) bersama Letjen TNI Ali Hamdan Bogra. Saat itu keduanya masih berpangkat mayjen TNI. (Foto: Dispenad).

JAKARTA, iNews.id – Sejarah kembali tertulis di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Untuk ketiga kalinya, prajurit kelahiran Papua sukses menyandang pangkat jenderal bintang 3 alias letnan jenderal (letjen).

Sejarah teranyar itu diukir Letjen TNI Ali Hamdan Bogra. Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (Korsahli KSAD) ini resmi naik pangkat setingkat lebih tinggi dalam upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat yang dipimpin Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (25/9/2020).

“Sebanyak 19 Pati TNI mengkuti Laporan Korps Kenaikan Pangkat terdiri atas 9 Pati TNI AD, 4 Pati TNI AL dan 6 Pati TNI AU. Laporan Korps Kenaikan Pangkat berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/2032/IX/2020 tanggal 23 September 2020,” kata Kabidpenum Puspen TNI Letkol Sus Aidil.

Ali Hamdan Bogra sebelumnya bertugas sebagai Pangdam XVIII/Kasuari. Berdasarkan mutasi pada 26 Agustus 2020, perwira tinggi kelahiran Serui, Papua ini dipercaya sebagai Korsahli KSAD.

Dengan kenaikan pangkat menjadi letjen TNI ini, Bogra meneruskan jejak seniornya, mantan Danpusterad Letjen TNI (Purn) Joppye Onesimus Wayangkau. Joppye sebelumnya mencatat sejarah sebagai putra Papua pertama yang sanggup menembus pangkat letjen di TNI AD.

Selain Bogra, sesungguhnya ada lagi putra Papua yang juga menjadi Pati TNI AD. Sosok tersebut Mayjen TNI Herman Asaribab yang kini menjabat Pangdam XVII Cenderawasih. Kelak jika Herman dapat menembus pangkat letjen, dia akan menjadi orang keempat yang sukses sebagai pati jenderal bintang tiga TNI.

Berikut 3 jenderal bintang tiga TNI asli Papua:

1. Laksamana Madya (Purn) Freddy Numberi.
Fredy Numberi masuk Akabri 1968 dan melanjutkan ke pendidikan khusus Akademi Angkatan Laut (AAL) di Surabaya pada 1969. Dalam karier militernya, dia pernah menjabat komandan KRI Sembilan, Komandan Satuan Tugas Proyek Pengadaan Kapal Parchim, Frosch, dan Kondor, 1995-1996 serta Komandan Pangkalan Utama TNI AL V Irian Jaya-Maluku.

Setelah purnatugas dari milier, pria kelahiran Yapen Waropen ini berkecimpung di dunia politik. Freddy pernah menjabat sebagai Gubernur Papua (1998-2002).

Ketika KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menjadi Presiden RI, Freddy dipercaya sebagai menteri pendayagunaan aparatur negara (1999-2000). Belakangan dia diganti oleh Ryaas Rasyid. Fredy kembali masuk kabinet di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia dipercaya sebagai menteri kelautan dan perikanan (2004-2009) dan menteri perhubungan (2009-2011).

2. Letjen TNI (Purn) Joppye Onesimus Wayangkau.
Lahir di Serui, 17 Juli 1962, Joppye memilih berkarier di TNI. Lulusan Akademi Militer 1986 dari kecabangan infanteri ini pernah ditugaskan di berbagai satuan dan wilayah.

Komandan Pusterad Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau. (Foto: Dispenad).
Letjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau saat menjabat Danpusterad. (Foto: Dispenad).

Joppye antara lain dipercaya sebagai Irdam XVII/Cenderawasih (2013-2014), Wadanpussenif Kodiklat TNI AD (2014-2015), Kasdam V/Brawijaya (2015-2016) dan Pati Sahli TK III Bid Sosbud HAM Panglima TNI (2016). Kariernya meroket dengan ditunjuk sebagai Pangdam XVIII/Kasuari (2016-2020). Joppye meraih pangkat bintang tiga setelah ditunjuk sebagai Danpusterad pada 2020.

3. Letjen TNI Ali Hamdan Bogra.
Letjen TNI Ali Hamdan Bogra merupakan rekan angkatan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa di Akademi Militer 1987 dari kecabagan infanteri. Saat menjadi perwira dan mengikuti kursus di Kodiklatad Bandung, keduanya bahkan pernah bersama-sama mencari kost untuk tempat tinggal.

Tentara kelahiran Serui, 6 Januari 1963 ini pernah bertugas sebagai Kapendam XVII/Cendrawasih (2011-2012), Kasrem 171/Praja Vira Tama (2012-2014) dan Staf Ahli Pangdam XVII/Cendrawasih bidang Ideologi Politik (2014-2015).

Dalam perjalanannya, Bogra dipromosikan sebagai Wadan Sesko TNI (2019-2020). Tak berselang lama dia dipercaya untuk menjabat Pangdam XVIII/Kasuari yang bermarkas di Manokwari, Papua Barat.

Wadan Sesko TNI Mayjen TNI Ali H Bogra dipromosikan sebagai Pangdam XVIII/Kasuari oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kamis (30/4/2020). (Foto: Puspen TNI).

Bogra promosi bintang tiga saat dipercaya sebagai Korsahli KSAD menggantikan Letjen TNI Wisnoe Prasetija Boedi.

Oleh Panglima, Wisnoe ditugaskan untuk menjabat sebagai Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad). Jabatan ini sebelumnya kosong setelah Letjen TNI (Purn) Joppye Onesimus purnatugas.


Editor : Zen Teguh