Dapat Beasiswa Otsus, 30 Mahasiswa Orang Asli Papua Dikirim ke Amerika Serikat

Antara · Selasa, 04 Mei 2021 - 15:25:00 WIT
Dapat Beasiswa Otsus, 30 Mahasiswa Orang Asli Papua Dikirim ke Amerika Serikat
Mahasiswa orang asli Papua diberangkatkan ke AS. (Foto: Antara).

JAYAPURA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengirimkan 30 mahasiswa unggul orang asli Papua (OAP) belajar di luar negeri, terutama di Amerika Serikat. Mereka merupakan penerima beasiswa otonomi khusus.

"Para mahasiswa OAP ini adalah penerima beasiswa otonomi khusus (otsus) ini telah memiliki 45 SKS dalam studi mereka," kata pendiri dan CEO Jakarta International College (JIC), Dr Wenny Susanto, Selasa (4/5/2021).

Pelepasan mahasiswa ini berlangsung di Jakarta pada Senin (3/5/2021) malam. Pengiriman mahasiswa tersebut merupakan komitmen Pemprov Papua dalam membangun sumber daya manusia (SDM) menjadi penggerak pembangunan daerah.

Mahasiswa Papua itu akan melanjutkan studi di beberapa universitas ternama yang masuk dalam peringkat atas nasional universitas di AS, di antaranya The Ohio State University, Michigan State University, Western Michigan University, The University Of Kansas, Auburn University dan Louisiana State University.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Papua, Aryoko AF Rumapen mengatakan, mahasiswa unggul Papua itu diharapkan dapat menjadi duta Papua, khususnya dan Indonesia umumnya, ketika sedang kuliah di luar negeri ini.

"Belajarlah dengan sungguh-sungguh agar kelak pulang kalian akan dapat memajukan Papua. Ingat selalu bahwa tugas kalian hanya belajar menimba ilmu," katanya.

Dia menjelaskan, Pemprov Papua hanya sebatas menyediakan fasilitas. Namun demikian pihaknya berharap kepada mahasiswa-mahasiswi unggul Papua dapat memanfaatkan fasilitas yang ada.

Sementara itu anggota DPR Papua, Timotius Wakur mengatakan, gubernur mengalokasikan 30 persen dari dana otsus untuk program beasiswa belajar ke luar negeri.

"Semoga program ini terus berlanjut demi terwujudnya Papua bangkit, mandiri dan sejahtera," ujarnya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal