Demo Mahasiswa Tolak Omnibus Law di Sorong Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Chanry Andrew Suripatty ยท Jumat, 09 Oktober 2020 - 19:54:00 WIT
Demo Mahasiswa Tolak Omnibus Law di Sorong Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Polisi berusaha menghalangi aksi ratusan mahasiswa yang berusaha masuk ke Gedung DPRD Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (9/10/2020). (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

SORONG, iNews.id - Demonstrasi ratusan mahasiswa menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (9/10/2020) berakhir ricuh. Aparat kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata karena para demonstran berusaha menembus barikade polisi.

Unjuk rasa awalnya berjalan damai. Namun, tidak lama kemudian, ratusan mahasiswa memaksa masuk ke dalam Gedung DPRD Kota Sorong. Mereka bersikeras untuk sidang paripurna bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota Sorong, guna membahas persoalan UUCipta Kerja.

Dari ratusan mahasiswa, hanya beberapa orang perwakilan dari lima kelompok cipayung dan cipayung plus yang diizinkan masuk ke Gedung DPRD Kota Sorong untuk bernegosiasi dengan para legislator di DPRD Kota Sorong. Hal inilah yang memicu kemarahan dari ratusan mahasiswa.

Massa mencoba untuk menerobos barikade dari anggota Kepolisian dan Brimob Sorong yang berdiri dengan menggunakan tameng dan senjata gas air mata, di depan Kantor DPRD Kota Sorong.

Aparat kepolisian yang melihat kondisi gerakan mahasiswa yang sudah diluar kendali, langsung bergerak cepat mengantisipasi. Polisi menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan serta semprotan water cannon untuk membubarkan massa aksi yang sudah mulai anarkistis.

Tidak terima ditembak gas air mata, mahasiswa melempari batu ke arah aparat kepolisian. Dalam insiden ini, seorang anggota polisi mengalami luka cukup parah di bagian wajah karena terkena lemparan batu.

Tak hanya melempar polisi, sejumlah mahasiswa bahkan melempari kaca-kaca bagian depan Gedung DPRD Kota Sorong. Akibatnya kaca-kaca pun pecah berserakan.

Hingga Jumat sore, ratusan personel Kepolisian dari Polres Sorong Kota dan Brimob dengan peralatan antihuru hara serta gas air mata masih bersiaga di depan Kantor DPRD Kota Sorong.

Hal ini karena mahasiswa masih berusaha menyerang polisi dengan melempar batu. Aparat kepolisian berhasil mengamankan beberapa mahasiswa yang diduga sebagai provokator dalam aksi tersebut.

Editor : Maria Christina