Didemo Massa, Freeport Dituding Lakukan Pelanggaran HAM

Nathan Making ยท Senin, 11 Desember 2017 - 13:41 WIB
Didemo Massa, Freeport Dituding Lakukan Pelanggaran HAM
Masyarakat adat yang tergabung dalam Komasi Unte saat melakukan demo di Timika Indah, Papua. (Foto: iNews/Nathan Making)

TIMIKA, iNews.id – Puluhan orang yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Tembagapura (Komasi Unte) menggelar aksi demo di bundaran Timika Indah, Timika, Papua, Senin (11/12/2017). Massa menuding PT Freeport Indonesia di Papua, terutama di Timika, telah menyebabkan banyak pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Selain itu, massa juga meminta PT Freeport Indonesia segera ditutup. Perusahaan tambang emas itu dinilai hanya membawa dampak negatif yang mengakibatkan masyarakat sipil terus menjadi korban. “Pelanggaran HAM di Papua terlalu banyak sehingga harus diselesaikan secepatnya hingga tuntas. Karena luka pilu di masyarakat sipil masih membekas,” teriak orator dalam demo.

Sekretaris Komasi Unte Ronny Nakiaya mengatakan, aksi ini dilakukan serentak di lima daerah di wilayah Papua, dalam menyikapi peringatan Hari HAM Internasional yang jatuh pada tanggal 10 Desember. “Sejak tahun 1961, Freeport hadir di Papua. Freeport hanya memberikan dampak buruk bagi masyarakat adat, khususnya masyarakat Tembagapura,” ujarnya.

Pihaknya juga menyoroti situasi Tembagapura yang belum kondusif hingga saat ini akibat operasi militer TNI-Polri. Dalam kondisi tersebut, mereka menilai banyak terjadi pelanggaran HAM. “Masyarakat sipil resah dengan adanya aksi penyisiran-penyisiran ini,” ungkapnya.

Dia menyebut, perlu juga dibuka ruang demokrasi bagi masyarakat sipil. Karena yang selama ini terjadi, masyarakat sipil kerap menjadi korban tindakan intimidasi dan tindakan kekerasan lain, yang tergolong dalam pelanggaran HAM. “Situasi yang terjadi di Mimika sangat mengkhawatirkan. Melalui aksi ini, kami berharap tidak ada lagi pelanggaran HAM di Papua,” tandasnya.

Aksi ini tak hanya diikuti kalangan aktivis. Demo yang dikawal aparat Kepolisian Resor (Polres) Mimika ini juga diikuti masyarakat setempat, mulai dari anak-anak hingga remaja.


Editor : Muhammad Saiful Hadi