Diduga Curangi Calon Perseorangan, Ketua KPU Supiori Diseret ke Pengadilan

Cornelia Mudumi ยท Senin, 31 Agustus 2020 - 13:30:00 WIT
Diduga Curangi Calon Perseorangan, Ketua KPU Supiori Diseret ke Pengadilan
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Biak Numfor, Erwin PH Saragih. (Foto: Sindonews).

BIAK NUMFOR, iNews.id - Ketua KPU Supiori, Buziri Ronal Korwa, dituntut lima tahun penjara dan denda Rp50 juta oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Biak Numfor. Dia dianggap mencurangi bakal calon peserta pilkada 2020 dari jalur perseorangan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Biak Numfor, Erwin PH Saragih mengatakan, Burizi didakwa melanggar UU kepala daerah lantaran mengakibatkan salah satu bakal calon pasangan perseorangan, yaitu Yotam Wakum dan Fery Mambenar, kehilangan haknya pada Pilkada Desember 2020.

"Kasihan nasib calon perseorangan, yang seharusnya bisa lolos tahapan selanjutnya, hanya karena ulah oknum penyelenggara ini, dia jadi kehilangan haknya," kata Erwin saat dikonfirmasi di Kabupaten Biak Numofor, Papua, Minggu (30/8/2020).

Karena itu, kata dia, Kejari tidak akan menoleransi dugaan perbuatan curang oknun komisioner KPU tersebut. Dia meminta, hal ini menjadi cotoh bagi pihak penyelenggara pemilu di daerah lainnya, agar bertugas secara profesional dalam tahapan pelaksanaan pilkada.

"Semoga kasus Ketua KPU Supiori ini menjadi pembelajaran buat seluruh ketua KPU di Indonesia agar bekerja dengan baik dan benar, jujur, itu akan membuat kita tenang bekerja. Sedangkan curang akan membuat diri susah di kemudian hari," ujar dia.

Kasus Ketua KPU Supiori Burizi terungkap saat tim Satgas Gakumdu mencurigai adanya kecurangan. Masalah ini pun diusut hingga akhirnya dibawa ke ranah Pengadilan Negeri (PN) Biak Numfor.

"Selama persidangan yang bersangkutan tidak koperatif, berbelit belit, sehingga Kejari Biak Numfor keputusan menuntut ketua KPU cukup tinggi dengan tuntutan lima tahun penjara," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal