Gubernur Minta Pusat Pelatihan Migas Prioritaskan Putra Daerah

Koran SINDO, Agung Nugroho ยท Selasa, 24 Juli 2018 - 17:05:00 WIT
Gubernur Minta Pusat Pelatihan Migas Prioritaskan Putra Daerah
Kepala SKK Migas Amin Sunaryadi (ketiga kanan), Gubernur Papua Barat Domingus Madacan (lima kanan), dan Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw (enam kanan) saat meresmikan P2TIM di Teluk Bintuni, Papua Barat, Selasa (24/7/2018). (Foto: iNews/Agung Nugro

TELUK BINTUNI, iNews.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meresmikan Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM-TB), Selasa (23/7/2018). Pusat pelatihan tersebut dirancang untuk menciptakan talenta-talenta handal demi memenuhi kebutuhan sektor industri migas di dalam negeri. Hal ini sejalur dengan Nawacita Presiden Jokowi yang ingin menjadikan industri migas sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dominggus meminta, dengan adanya Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni tersebut, bisa memberikan peluang bagi putra daerah untuk tampil. "Harapan saya, akan dilatih 100 orang dan 90 persen dari tanah Papua. Ini selesai masuk lagi, mereka sudah lewat tes seleksi dari 200 yang lolos 100," katanya di Bintuni, Papua Barat, Selasa (23/7/2018).

Menurut dia, langkah yang dilakukan Pemkab Teluk Bintuni dengan menggandeng investor patut diapresiasi dan dicontoh kabupaten lainnya. Apalagi, ujarnya, langkah ini ditujukan untuk mengangkat potensi lokal dengan memberdayakan putra daerah, sehingga kedepannya putra daerah Papua bisa lebih berkontribusi bagi dunia industri.

"Saya minta di daerah lain, kalau ada investor, prioritaskan putra daerah. Tapi putra daerah juga harus siap berkompetisi. Salah satunya meningkatkan kualitas dengan pelatihan-pelatihan seperti ini," ucapnya.

P2TIM Teluk Bituni akan dibangun di atas lahan seluas 9.300 meter persegi (M2) milik pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni yang berlokasi di Kampung Beimes, Distrik Bintuni Timur. Dengan fasilitas meliputi kantor administrasi, tiga unit ruang kelas,  tempat pelatihan praktik dan confined space dan tangki, ringging shelter, dua ruang kelas untuk workshop,  kantin, musala dan dilengkapi asrama siswa dan lain sebagainya.  

Sementara itu untuk angkatan perdana dalam pelatihan ini rencananya akan diikuti oleh 100 orang siswa yang telah dinyatakan lulus. Mereka akan mengikuti pelatihan selama empat bulan ke depan. 90 persen peserta pelatihan merupakan putra daerah Kabupaten Bintuni.

Editor : Himas Puspito Putra