HUT ke-74 PMI, Satgas TNI di Perbatasan RI-Papua Nugini Gelar Donor Darah

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 18 September 2019 - 09:35 WIB
HUT ke-74 PMI, Satgas TNI di Perbatasan RI-Papua Nugini Gelar Donor Darah
Sejumlah prajurit TNI yang bertugas di perbatasan RI-Papua Nugini saat mendonorkan darahnya. (Foto: Puspen TNI)

MERAUKE, iNews.id – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad menggelar aksi kemanusiaan donor darah di Lapangan Futsal ACP 1, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua, Selasa (17/9/2019). Aksi ini untuk membantu mencukupi kebutuhan stok darah, sekaligus memperingati HUT ke-74 Palang Merah Indonesia (PMI) yang jatuh setiap tanggal 17 September.

Dansatgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya mengatakan, donor darah merupakan sebuah tindakan yang sangat mulia. Karena itu, TNI bekerja sama dengan PMI Merauke, PT ACP-APM dan Bank Mandiri Merauke mengadakan kegiatan kemanusiaan tersebut.

“Setetes darah yang kita berikan sangat berarti bagi kelangsungan hidup seseorang yang membutuhkannya,” ujar Rizky, Rabu (18/9/2019).


Dalam kegiatan ini total pendonor mencapai 200 orang. Mereka berasal dari anggota Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad, pegawai dan karyawan PT ACP-APM, serta masyarakat Distrik Elikobel dan Ulilin.

“Kami ucapkan selamat ulang tahun kepada PMI yang ke-74 tahun. Dan tentunya terima kasih banyak kepada seluruh peserta donor yang sudah berpartisipasi dalam acara ini,” katanya.

Menurutnya, di samping tugas pokok Satgas Pamtas dalam menjaga perbatasan, pihaknya akan selalu berinovasi untuk mengadakan kegiatan positif dan bermanfaat serta dapat membantu kesulitan masyarakat.

Ketua PMI Merauke dr Milka Betaubun mengatakan, dalam aksi kemanusiaan tersebut, terkumpul 149 kantong darah dari jumlah pendonor 200 orang.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pendonor. Semoga dengan dukungan dan kerja sama ini akan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang nantinya membutuhkan,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw