Istri Guru Korban KKB Ingin Lanjutkan Perjuangan Suami Mengabdi di Pedalaman Papua

Antara ยท Senin, 03 Mei 2021 - 15:55:00 WIT
Istri Guru Korban KKB Ingin Lanjutkan Perjuangan Suami Mengabdi di Pedalaman Papua
Penghargaan Education Award di Jayapura untuk 2 guru korban KKB. (Foto: Antara).

JAYAPURA, iNews.id - Istri dari dua guru yang menjadi korban tewas penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) berkeinginan melanjutkan perjuangan suami. Mereka punya tekad untuk melanjutkan perjuangan mendiang suaminya mengajar di pedalaman Papua.

Hal ini disampaikan perwakilan pihak keluarga dari Yonathan Renden dan Oktovianus Rayo saat penghargaan Education Award 2021 di Kota Jayapura, Papua, Minggu (2/5/2021) malam.

Dalam acara tersebut, Dinas  Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua memberikan penghargaan Education Award 2021 kepada mendiang Yonathan dan Oktovianus.

"Guru sangat berjasa mendidik anak-anak Papua di daerah pedalaman, sehingga Pemerintah melalui Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah memberikan penghargaan Education Award," ujar Sekda Papua, Yulian Dance Flassy.

Dance Flassy mengutuk aksi penembakan KKB ini. Dia berharap kejadian itu tidak terulang lagi, karena dampaknya membuat proses belajar mengajar terganggu. Apalagi sejumlah daerah di pedalaman Papua masih kekurangan tenaga pendidik.

Saat menerima penghargaan tersebut, istri mendiang Oktovianus Rayo berharap, Pemerintah Provinsi Papua dapat memberikan surat keputusan pengangkatan untuknya dan istri dari Yonathan Renden menjadi guru, melanjutkan tugas sang suami.

"Saya bersama istri almarhum Yonathan Renden bisa diangkat menjadi guru," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, menyambut baik keinginan istri almarhum Oktovianus Rayo dan Yonathan Renden untuk menjadi guru.

"Kami akan tindaklanjuti keinginan istri guru korban penembakan KKB, ya butuh proses dan koordinasi dengan Pemkab Puncak, Pemerintah Provinsi Papua dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek," ujarnya pula.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal