Jejak Kejahatan Anggota KKB Iron Heluka, Pembakar Gedung Samsat Yahukimo
JAYAPURA, iNews.id - Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Iron Heluka ditangkap oleh Satgas Operasi Damai Cartenz. Penangkapan dilakukan di kawasan Ruko Blok C, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Jumat (28/11/2025) dini hari.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengungkapkan rekam jejak kejahatan Iron Heluka. Salah satunya melakukan pembakaran terhadap gedung Samsat Yahukimo.
"Terbukti keterlibatannya dalam sejumlah aksi kriminal di ataranya pembakaran gedung Samsat pada 12 September 2025," ujar Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).
Selain itu, Iron Heluka juga berperan sebagai pengawas saat aksi pembunuhan terhadap Bahar Bin Saleh, sebelum melarikan diri setelah kejadian tersebut.
Menurutnya, Iron Heluka tergabung dalam KKB atau dikenal Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo, Batalyon Sisibia. Iron Heluka ditangkap saat membakar salah satu lapak gorengan bersama dua rekannya.
Dia menelaskan, penangkapan berawal pukul 03.15 WIT ketika Polres Yahukimo menerima laporan keributan di pemukiman Jalur 1, tepat di depan Pangkalan 88. Saat personel tiba di lokasi, mereka mendapati tiga orang sedang membakar lapak gorengan.
"Petugas segera bertindak, dua pelaku berhasil melarikan diri, sementara satu orang berhasil diamankan dan diketahui sebagai Iron Heluka. Dia kemudian dibawa ke Polres Yahukimo untuk pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.
Dari hasil penyidikan, Iron Heluka diketahui telah bergabung dengan KKB Kodap XVI Yahukimo sejak Mei 2025. Kelompok ini beranggotakan 15 orang dan memiliki lima pucuk senjata laras panjang rakitan.
Dalam penangkapan ini, aparat turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone Vivo Y28 berwarna merah muda, dua korek api berwarna kuning dan pink, topi rasta serta satu tas noken bergambar bintang kejora.
Saat ini, Iron Heluka masih ditahan di ruang Satreskrim Polres Yahukimo untuk pemeriksaan lebih mendalam terkait keterlibatannya dalam jaringan KKB dan berbagai aksi kriminal di wilayah tersebut.
Editor: Kurnia Illahi