Kapal LCT Berpenumpang 7 Orang Hilang Kontak di Perairan Manokwari Selatan

Antara ยท Selasa, 16 Juli 2019 - 22:08:00 WIT
Kapal LCT Berpenumpang 7 Orang Hilang Kontak di Perairan Manokwari Selatan
Ilustrasi kapal. (Foto: Okezone)

MANOKWARI, iNews.id – Kapal LCT Galaxy 88 berpenumpang tujuh orang hilang kontak di wilayah Perairan Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat, setelah mati mesin, Selasa (16/7/2019). Saat ini Tim Search and Rescue (SAR) gabungan dari Basarnas Manokwari, TNI Angkatan Laut serta Satpolair Polres Manokwari sudah bergerak mencari kapal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, George Leo Mercy Randang mengatakan, dari laporan yang mereka terima, kapal itu bergerak dari Pelabuhan Nabire, Papua, menuju Manokwari pada Selasa siang, sekitar pukul 12.05 WIT. Sekitar satu jam berikutnya, diperoleh informasi bahwa kapal tersebut mati mesin.

“Dalam perjalanan, kapal mengalami mati mesin, lalu hanyut hingga hilang kontak,” kata George Leo Mercy Randang di Manokwari.

Belum diketahui pasti muatan yang dibawa kapal tersebut. Sementara tujuh penumpangnya termasuk kapten kapal yakni, Rusdi, Alan, Nicolas, Charles Medellu (kapten), Hendrik Medong (Mualim I), Rozaq (Mualim II), Christian Liwatang (juru mudi).

George mengatakan, musibah itu diduga karena cuaca buruk. Saat kejadian, angin cukup kencang dan gelombang tinggi. Setelah mati mesin, kapal diduga hanyut.

“Mudah-mudahan tim SAR dari Manokwari segera menemukan lokasi kapal. Jam 2 siang tadi kami sudah berangkat, namun gelombang tinggi sehingga tim balik kanan. Selanjutnya sekitar jam 15.45 WIT, tim Rescue bergerak kembali dan tiba di Oransbari hampir jam 6 petang tadi,” kata Leo.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak beberapa hari terakhir mengeluarkan peringatan dini tentang cuaca ekstrem di wilayah Samudera Pasifik, tepatnya di sebelah utara Papua dan Papua Barat. Hari ini BMKG kembali mengeluarkan peringan dini angin kencang, gelombang air laut dan potensi kemunculan awan cumulunimbus di wilayah tersebut.

Kepala BMKG Stasiun Rendani Manokwari, Denny Putiray mengatakan, angin kencang berkecepatan 25 knots berpotensi terjadi di perairan sebelah barat Raja Ampat hingga Fakfak pada Rabu (17/7/2019) hingga Kamis (18/7/2019). Ketinggian gelombang diperkirakan bisa mencapai 2,5 meter.

Selain Raja Ampat dan Fakfak, angin kencang dan gelombang tinggi pun berpotensi terjadi Perairan Pasifik utara Papua dan Halmahera Maluku Utara. Tinggi gelombang di wilayah itu pun diperkirakan bisa mencapai 2,5 meter.

Potensi serupa terjadi di wilayah perairan Sarmi dan Jayapura, Papua. Awan gelap cumulunimbus pun diperkirakan terjadi di Raja Ampat, Sorong, Kaimana dan perairan Teluk Cenderawasih yang saat ini menjadi lokasi insiden kapal LCT Galaxy 88 tersebut.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: