Kasus Jual Beli Senjata ke KKB, Polisi: Berawal dari Pertemanan

Antara · Kamis, 04 Maret 2021 - 12:15:00 WIT
Kasus Jual Beli Senjata ke KKB, Polisi: Berawal dari Pertemanan
Senjata api dan amunisi selundupan dari Ambon diamankan di Teluk Bintuni. (Foto: iNews/Andrew Chanry).

JAYAPURA, iNews.id - Kasus jual beli senjata oknum polisi kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua berawal dari kasus pertemanan. Pelaku diketahui anggota dari jajaran sabhara polres.

"Itu di fungsi sabhara hanya karena berteman kemudian timbul komunikasi dengan yang terjadi, jadi hanya pertemanan, ternyata lebih jauh lagi pertemanan itu," kata Karopenmas Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, Rabu (3/3/2021).

Menurut dia, hasil pendalaman terhadap para tersangka, jual beli senjata ini memang menguntungkan secara ekonomi. Namun besaran pastinya masih didalami.

"Satu butir peluru itu pasti ada harganya apalagi sampe satu pucuk senjata, itupun ada harganya. Tentunya menguntungkan secara ekonomi untuk secara besarannya masih didalami lagi, yang pasti menguntungkan," ujarnya.

Sebelumnya ua anggota polisi yang berasal dari Polresta Ambon dan Polres Pulau Lease diduga menjual senjata api dan amunisi ilegal kepada KKB di Papua.

Saat ini belum ada tersangka baru dalam kasus tersebut. Dari oknum kepolisian berjumlah dua orang, sebelihnya warga sipil dan prajurit TNI.

"Masih dua orang itu, masih didalami juga oleh Polda Papua dan Polda Maluku untuk sementara masih dua anggota itu," kata Rusdi.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal