Kisah Pejuang Papua Corinus Krey Ditangkap dan Disiksa Belanda, Setengah Tubuh Dikubur dalam Tanah

Riezky Maulana ยท Minggu, 21 Maret 2021 - 22:40:00 WIT
Kisah Pejuang Papua Corinus Krey Ditangkap dan Disiksa Belanda, Setengah Tubuh Dikubur dalam Tanah
Putra tokoh pejuang Papua Corinus Krey, Max Krey, menunjukkan piagam penghargaan dari Pemerintah RI untuk ayahnya. (Foto: Antara/Hendrina Dian)

JAKARTA, iNews.id – Tokoh pejuang Papua Mayor Udara Corinus Marselus Koreri Krey suatu ketika ditangkap pasukan bersenjata Belanda. Dia mengalami siksaan teramat berat. Setengah tubuhnya dikubur dan disemen hingga mengeras.

Kisah ini terjadi pada masa kolonial. Sepanjang hidupnya, Corinus Krey empat kali merasakan kejamnya penjara Belanda di Papua, yaitu penjara Kota Nica Jayapura (1-7 Desember 1945) dan penjara Abepura  Jayapura (7 Maret 1947 hingga 7 Agustus 1947). Kemudian, penjara Biak (7 Desember 1949 hingga 7 Juni 1950), dan yang terlama adalah tujuh tahun di penjara Digul (7 Juni 1950 hingga 7 Agustus 1957).

Kepada putranya Max Krey, Corinus sempat menceritakan, Belanda pernah menanam bagian perut ke bawah dalam kubangan dan diplester dengan semen hingga mengeras. Akibat siksaan itu bagian perut ke bawah membiru dalam waktu yang lama. 

Perjuangan Corinus Krey terungkap ketika Komandan Pangkalan Angkatan Udara Silas Papare Marsma TNI Budhi Achmadi bersilaturahmi ke rumah Pahlawan Nasional asal Papua, Marthen Indey. Dalam pertemuan tersebut, Budhi Achmadi bertemu dengan Aksamina Talapessy atau akrab disapa Mama Aca, salah satu cucu yang bertugas merawat Marthen Indey hingga akhir hayat.

Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Budhi Achmadi berkunjung ke kediaman mendiang Mayor Udara Corinus Krey, tokoh perjuangan Papua. (Foto: Dispenau).
Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Budhi Achmadi berkunjung ke kediaman mendiang Mayor Udara Corinus Krey, tokoh perjuangan Papua. (Foto: Dispenau).

Dalam perbincangan itu, Aca menyampaikan amanah Marthen Indey. Disebutlah nama dan jejak Corinus Krey yang merupakan rekan perjuangan Marthen Indey.

"Jasa Corinus Krey kepada bangsa Indonesia dan Papua sangat besar. Apapun bentuk penghargaan negara kepada saya, maka Corinus Krey juga pantas untuk mendapatkannya. Kami mohon agar Corinus dapat diurus menjadi pahlawan seperti Bapak kami dan komandan bisa menemui Ibu Corinus karena beliau masih ada," kata Aca, dalam keterangan resmi TNI AU, dikutip Minggu (21/3/2021).

Berdasarkan informasi tersebut, Budhi Achmadi segera mengunjungi keluarga Corinus Krey. Dari silaturahmi ini terungkap jasa besar “sosok terlupakan” tersebut.

Corinus Krey bergabung bersama TNI AU berstatus sebagai Mayor Kehormatan sejak 1967-1975. Pangkat Mayor AU yang disandangnya saat itu merupakan pangkat militer tertinggi yang disandang putra asli Papua, bersama tokoh pejuang lain yang mendapatkan pangkat kehormatan yaitu Marthen Indey dan Abraham Dimara sebagai Mayor AD.

Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2 3