get app
inews
Aa Text
Read Next : Jejak Kejahatan Anggota KKB Iron Heluka, Pembakar Gedung Samsat Yahukimo

Kisah Permukiman di Atas Air Agats, Pelosok tapi Warga Pakai Motor Listrik

Minggu, 27 Maret 2022 - 08:56:00 WIT
Kisah Permukiman di Atas Air Agats, Pelosok tapi Warga Pakai Motor Listrik
Lokasi Permukiman di Atas Air Agats Papua (Foto: iNews/Arif Budianto)

AGATS, iNews.id - Kisah warga permukiman di atas air di Agats, Papua menarik untuk dibicarakan.  Warga yang daerahnya bersinggungan langsung dengan Laut Arafuru ini canggihnya sudah menggunakan motor listrik.

Agats memiliki jumlah penduduk 15.841 pada tahun 2020 ini mungkin bisa disebut daerah dengan peradaban termaju di antara distrik lainnya di Kabupaten Asmat. Walaupun berada di pelosok, namun kegiatan ekonomi mulai dari perniagaan, jasa, transportasi, dan lainnya berjalan cukup baik. 

Di distrik dengan luas wilayah 701,99 km persegi itu, dihuni beragam etnis dan suku seperti Jawa, Bugis, dan suku asli Asmat. Mereka hidup berbaur dengan keanekaragaman agama dan budaya. 

Ada yang menarik dari distrik ini, di mana mereka hidup di atas air. Rumah rumah di bangun di atas panggung kayu. Begitu pun jalanan yang juga nyaris seluruhnya ada di atas jembatan. Bisa disebut, mereka yang datang ke kampung ini tak akan menginjak tanah. Semua aktivitas dilakukan di atas panggung papan atau beton. 

"Dulu kita di atas papan, tapi sekarang sebagian sudah diganti beton untuk jalanannya. Kita hidup di atas panggung-panggung karena air kapan pun bisa pasang, " kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asmat Amir Makhmud. 

Kondisi ini menyebabkan penyesuaian atas kondisi kehidupan mereka, salah satunya transportasi. Banyak kendaraan lalu lalang di distrik ini, namun tidak terdengar suara deru mesin kendaraan. Kendati posisi mereka ada di pelosok Papua, namun semua sepeda motor di Agats menggunakan tenaga listrik.

Penggunaan sepeda motor listrik di Agats sudah berlangsung cukup lama. Menariknya, sepeda motor listrik yang lalu lalang hampir seluruhnya buatan dalam negeri. Motor-motor itu dikirim dari Surabaya, dengan merek unik. Beberapa warga menceritakan, penggunaan motor listrik untuk meminimalisir kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. 

"Jalan kita terbuat dari papan dan sempit, terbayang jika di sini pakai motor bensin, akan saling kebut-kebutan. Kami khawatir terjadi kecelakaan. Kalau motor listrik ini kan kecepatannya maksimal 30 km/jam," kata salah seorang warga Agats Abas. 

Penggunaan sepeda motor listrik juga tidak membutuhkan biaya bahan bakar yang mahal. Untuk mengisi daya hanya diperlukan waktu tujuh hingga delapan jam, sepeda motor listrik bisa dipakai selama seharian penuh keliling Agats. 

"Listriknya juga lumayan hemat, kalau saya biasa mengisi Rp100.000 bisa untuk men-charger dan kebutuhan rumah lainnya selama satu minggu. Itu sudah termasuk untuk kulkas, tv dan lainnya," katanya.

Kisah Permukiman di Atas Air Agats, Pelosok tapi Warga Pakai Motor Listrik (Foto: iNews/Arif Budianto)
Kisah Permukiman di Atas Air Agats, Pelosok tapi Warga Pakai Motor Listrik (Foto: iNews/Arif Budianto)

Menurutnya, ada kelebihan dan kekurangan menggunakan sepeda motor listrik ini, misalnya jika batre habis memerlukan waktu minimal satu jam hingga bisa digunakan untuk jarak dekat. Begitupun dengan harga baterai yang cukup mahal hingga Rp4 juta. Walaupun untuk biaya lainnya sangat minim perawatan. 

Presiden Joko Widodo pernah datang ke distrik ini. Saat itu, Jokowi juga menggunakan sepeda motor listrik. Sepeda motor berwarna merah itu hingga kini masih tersimpan di Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat. Di museum ini juga terdapat berbagai seni patung dan ukiran suku Asmat bernilai tinggi.

Salah satu event spektakuler yang menjadi daya tarik dunia adalah Festival Asmat pada bulan Oktober. Pada festival ini akan ada pertunjukan seni Asmat, balap perahu tradisional, hingga ukiran Asmat bernilai seni tinggi. 

"Ukiran yang selama ini disimpan, biasanya dikeluarkan saat event festival. Itu ukiran asli yang dibuat suku Asmat jaman dulu. Harganya sampai puluhan juta. Biasanya turis mancanegara sengaja datang ke sini untuk mengejar ukiran asli Asmat," kata Amir. 

Kendati begitu, untuk sampai ke Agats tidaklah mudah. Hanya ada akses melalui jalur air menggunakan perahu atau speedboat dan pesawat kecil dari Timika. Perjalanan menggunakan speedboat dari Timika memerlukan waktu empat hingga lima jam melalui laut Arafuru. Di laut, penumpang akan menghadapi kondisi air laut pasang, badai, hujan, dan lainnya. 

Namun, jika kondisi cuaca mendukung, perjalanan ke Agats menggunakan speedboat akan menyenangkan. Kita akan dihadapkan pada hamparan laut biru, pulau pulau, dan pemandangan alam asri lainnya.

Tim Kemensos yang akan melakukan penyerahan bantuan ke pelosok Asmat seperti desa Erosaman dan Amagais juga menggunakan speedboat. Demi memastikan bantuan tepat sasaran, mereka melakukan perjalanan dari Jakarta ke Timika sekitar 5 jam menggunakan pesawat. 

Dari Timika, tim naik speedboat ke Agats selama empat jam. Dari Agats, perlu waktu lebih dari empat jam menuju Erosaman. Hujan badai dan ombak besar menjadi tantangan tersendiri selama perjalanan.

Diketahui, Mensos Tri Rismaharini melakukan kunjungan ke beberapa lokasi di Kabupaten Asmat, pada Kamis (24/3/2022). Kemensos memberikan bantuan ke beberapa pihak di Kabupaten Asmat, Provinsi, Papua, senilai lebih dari Rp9,8 miliar. Bantuan diberikan dalam bentuk kewirausahaan sosial berupa barang dan komoditas pertanian. 

Bantuan diberikan dalam bentuk satu unit mesin desalinasi air, satu paket solar cell, budidaya ternak ayam petelur, benih sayur, bibit buah, bibit lele, budidaya pertanian dan perikanan, dua unit mesin desalinasi air (Pemkab dan Masjid An-Nur), dan dua paket solar cell (Pemkab dan Masjid An-Nur).

Secara rinci, bantuan Mensos untuk Keuskupan Agats senilai Rp7.616.560.000, untuk Pemerintah Kabupaten Asmat Rp1.301.340.000, dan untuk pengurus Masjid An-Nur Rp945.580.000. Penyerahan bantuan dipusatkan di Kampung Erosaman dan Kampung Amagais.

Editor: Nani Suherni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut