Kondisi Intan Jaya Papua Mulai Terkendali usai Penyerangan KKB

Riezky Maulana ยท Jumat, 18 September 2020 - 13:41:00 WIT
Kondisi Intan Jaya Papua Mulai Terkendali usai Penyerangan KKB
Penemuan korban tewas korban KKB di Intan Jaya. (Foto: iNews/Herawati).a

JAKARTA, iNews.id - Kondisi keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua mulai kondusif setelah penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebabkan dua orang meninggal dunia. Kampung Bilogai Distrik Sugapa, tempat terjadinya insiden penyerangan oleh KKB, juga sudah aman terkendali.

Gambaran situasi terkini itu disampaikan Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahananan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa. Menurutnya, aktivitas warga di kampung juga telah berjalan seperti biasa.

"Jalan aja kegiatan itu seperti biasa. Kalau diminta tetap diam, masyarakat malah ketakutan semua, malah dia KKB ini merasa menang. Dia teror gitu membuat mencekam masyarakat," kata Suriasatawa saat dihubungi, Jumat (18/9/2020).

Dia menuturkan, masyarakat di sekitar lokasi kejadian tetap berkegiatan seperti biasa. Jika masyarakat diminta masuk ke dalam rumah untuk mengamankan diri, hal tersebut malah akan membuat KKB tersebut merasa menang.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh KKB hingga menewaskan dua orang sudah masuk dalam tindakan terorisme. Sebab tindakan tindakan itu telah menyebarkan ketakutan kepada masyarakat.

"Makanya dengan adanya KKB ini, mau tidak mau harus dituntaskan. Menurut saya ini sudah masuk terorisme. Meneror masyarakat kok mereka," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, KKB menyerang warga sipil pada Kamis (17/9/2020) sekitar pukul 10.50 WIT di Kampung Bilogai Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua. Korban seorang tukang ojek bernama Badawi (51).

Korban dibacok dengan menggunakan senjata tajam yang berakibat tangan sebelah kiri putus. Akibat kehabisan darah, korban meninggal dunia.

Pada siang harinya, sekira pukul 14.20 WIT gerombolan KKB kembali melakukan aksi brutal dengan mengadang dan menyerang anggota TNI bernama Serka Sahlan. Korban sedang dalam perjalanan membawa logistik dan menderita luka tembak, hingga akhirnya meninggal dunia.

Editor : Reza Yunanto