get app
inews
Aa Text
Read Next : Beredar Pesan Berantai Teror KKB di Sorong, Polisi Minta Warga Tetap Tenang

Kontak Senjata di Nabire, TNI Pukul Mundur OPM hingga Berlarian Kabur ke Hutan

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:49:00 WIT
Kontak Senjata di Nabire, TNI Pukul Mundur OPM hingga Berlarian Kabur ke Hutan
Aparat TNI pukul mundur OPM dalam kontak tembak di Nabire serta mengamankan barang bukti senjata api. (foto: Ist)

NABIRE, iNews.id - Kontak tembak antara TNI dan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) terjadi di Kampung Topo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/3/2026). Dalam insiden ini, pasukan TNI berhasil memukul mundur kelompok bersenjata tersebut.

Peristiwa ini bermula saat Tim Patroli Keamanan Operasi (Koops) TNI Papua melakukan patroli rutin di wilayah tersebut. Prajurit menemukan aktivitas mencurigakan yang diduga menjadi lokasi persembunyian kelompok bersenjata.

Saat dilakukan penyisiran, terjadi kontak tembak antara TNI dan kelompok TPNPB-OPM. Dalam situasi tersebut, kelompok bersenjata akhirnya melarikan diri ke arah hutan.

Kepala Penerangan Koops TNI Papua Letkol Inf M Wirya Arthadiguna, menyampaikan bahwa pasukan berhasil mengendalikan situasi di lapangan tanpa eskalasi lanjutan.

“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua serta melindungi masyarakat dari berbagai ancaman, dengan tindakan yang terukur dan sesuai dengan prosedur,” kata Letkol Wirya, Selasa (24/3/2026).

Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga milik kelompok TPNPB-OPM. Barang bukti yang diamankan antara lain satu pucuk pistol jenis P1 dan satu senapan angin.

Selain itu, ditemukan juga 14 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter dan delapan butir munisi kaliber 9 milimeter. Aparat turut menyita bendera bintang kejora, uang tunai, serta perlengkapan lainnya. Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

TNI menegaskan akan terus meningkatkan intensitas patroli keamanan di wilayah rawan gangguan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.

Selain itu, penguatan pengamanan diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif bagi masyarakat. Hal ini juga dinilai penting untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua Tengah.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut