Kronologi 2 Prajurit Marinir Gugur Baku Tembak dengan KKB di Maybrat, Disergap saat Patroli
MAYBRAT, iNews.id - Dua prajurit Marinir gugur dalam baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Minggu (22/2/2026). Selain itu, satu personel terluka dan dua senjata api dirampas kelompok separatis bersenjata dalam serangan tersebut.
Informasi diperoleh, kronologi serangan KKB bermula saat pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Koops Habema sedang menjalankan patroli rutin di wilayah rawan konflik. Saat dalam perjalanan, mereka tiba-tiba diserang KKB yang diduga telah mengintai pergerakan aparat di Kampung Sory, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat.
Serangan mendadak tersebut memicu baku tembak di lokasi kejadian. Dalam kontak senjata itu, dua prajurit Marinir gugur, sementara satu lainnya mengalami luka berat.
Dua prajurit yang gugur masing-masing Prada Marinir Elki Saputra dari Yonmar 10 dan Prada Marinir Andi Suvio dari Yonmar 7. Sementara itu, Kopda Marinir Eko Sutikno dari Yonmar 7 mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif. Ketiga korban telah dievakuasi ke RSAL dr R Oetojo Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Dalam baku tembak tersebut, kelompok penyerang tidak hanya menyebabkan korban jiwa. Mereka juga dilaporkan merampas dua pucuk senjata api laras panjang milik prajurit. Usai melakukan serangan, kelompok bersenjata tersebut melarikan diri ke kawasan hutan yang sulit dijangkau.
Komandan Korem (Danrem) 181/Praja Vira Tama (PVT) Brigjen TNI Slamet Riyadi menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit dalam tugas negara.
"Kami sudah memiliki dugaan terhadap pelaku, tetapi akan kami sampaikan setelah informasi benar-benar valid," ujar Brigjen TNI Slamet Riyadi dikutip dari iNews Sorong Raya, Minggu (22/3/2026).
Saat ini, aparat gabungan TNI terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga menjadi pelaku penyerangan.
Operasi difokuskan di wilayah Maybrat dan jalur hutan yang diduga menjadi rute pelarian. Pengamanan di daerah rawan konflik juga ditingkatkan guna mencegah serangan lanjutan.
Dia menambahkan, TNI telah memetakan titik-titik kerawanan serta memperkuat koordinasi lintas satuan, termasuk dengan Satgas Habema yang menaungi personel Marinir di wilayah operasi.
“Kami sudah memetakan daerah rawan, termasuk penambahan pasukan dan penguatan intelijen. Identitas kelompok pelaku sudah kami kantongi, namun akan disampaikan setelah terkonfirmasi penuh di lapangan,” katanya.
Menurutnya, pembagian sektor operasi antara satuan di bawah Korem 181/PVT dan Satgas Habema menjadi kunci dalam mempercepat respons terhadap gangguan keamanan.
“Dengan sektor yang sudah terbagi, kita bisa saling menutup celah. Jika ada gangguan di lapangan, tindakan bisa segera dilakukan,” katanya.
TNI juga memastikan tengah merencanakan penambahan personel serta penguatan jaringan intelijen untuk mengantisipasi potensi serangan berikutnya. Dia juga menyebut indikasi kelompok pelaku telah teridentifikasi, meski belum diumumkan secara resmi.
“Sudah ada indikasinya, tapi akan kami sampaikan setelah benar-benar A1 di lapangan,” ucapnya.
Editor: Donald Karouw