Kronologi Pasukan TNI Tembak Mati Anggota KKB di Nduga Papua

Riezky Maulana ยท Minggu, 04 Oktober 2020 - 22:28:00 WIT
Kronologi Pasukan TNI Tembak Mati Anggota KKB di Nduga Papua
Personel gabungan TNI-Polri ketika terlibat baku tembak dengan KKB di Intan Jaya, Papua. (Foto: Humas Polda Papua)

JAKARTA, iNews.idPasukan TNI menembak mati anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) anak buah Egianus Kogoya dalam kontak tembak di Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (3/10/2020). Sedangkan empat orang lainnya melarikan diri, Hingga saat ini pasukan TNI terus mengejar untuk menangkap gerombolan KKB yang sering melakukan kekerasan bahkan tak segan membunuh masyarakat sekitar.

Kepala Penerangan Komabdo Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa menuturkan,

kejadian tersebut berawal saat pasukan TNI sedang melaksanakan patroli rutin di Distrik Dal yang dicurigai menjadi jalur lintasan gerombolan KKB.

“Saat itu, waktu menunjukan pukul 12.00 WIT, pasukan TNI yang berada di ketinggian melihat kepulan asap dari rerimbunan hutan di Distrik Dal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2020).

Melihat kepulan asap di balik rimbunan hutan tersebut, pasukan TNI langsung bergegas medekati lokasi. Selanjutnya, pasukan TNI berusaha melakukan pengintaian dan mendekati sasaran secara senyap. 

"Saat berusahan mendekati asal asap di balik rerimbunan pohon tersebut pasukan TNI melihat sebuah Hanoi. Terdengar percakapan dari beberapa orang yang berada di dalam hanoi dan diperkirakan terdapat empat hingga lima orang sedang bercakap-cakap dibalik hanoi yang berada di tengah hutan," ujarnya.

Dia menjelaskan, pasukan TNI tetap bergerak dengan penuh kehati-hatian untuk mendekat ke hanoi tersebut. Tujuannya unuk memastikan siapa saja yang berada di dalam hanoi.

Butuh waktu empat jam bagi pasukan TNI melakukan pengintaian dan mendekati sasaran pasukan TNI. Setelahnya, pasukan berhasil mengepung lokasi Hanoi.

"Terlihat dua orang keluar dari dalam hanoi dan dari kejauhan nampak jelas satu orang sedang menenteng satu pucuk senjata laras panjang. Keduanya terlihat sedang asik berbincang di luar hanoi," ujarnya.

Meskipun telah melihat salah seorang yang keluar dari dalam hanoi menenteng senjata, kata Suriastawa, pasukan TNI belum melakakan penyerbuan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan secara pasti kekuatan musuh yang berada di dalam hanoi.

Namun, saat sedang memastikan siapa saja yang berada dalam hanoi, pasukan TNI mendapat tembakan dari arah hanoi. Untungnya, tembakan tersebut tidak mengenai sasaran.

"Mendapat tembakan dadakan pasukan TNI yang sudah berada dekat dengan lokasi melakukan tembakan balasan dengan terarah. Terjadi kontak tembak kurang lebih selama 15 menit, setelah tidak tersengar tembakan balasan, pasukan TNI menunggu hingga suasana betul-betul aman dengan tetap melihat suasana sekitar lokasi," ujarnya.

Sekira pukul 17:00 WIT pasukan TNI mencoba melaksanakan pembersihan ke arah sasaran namun tetap siaga tempur. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) pasukan TNI mendapati satu orang anggota KKB (tanpa identitas) meninggal dunia. 

Selain itu, ditemukan satu pucuk Pistol P1, empat butir munisi, satu buah pisau, satu bungkus rokok, satu buah HT Icom, satu buah Radio SSB, satu buah Antena Radio. Kemudian, ditemukan juga satu buah gawai merek Samsung, satu buah jam tangan, empat buah dompet yang berisi uang Rp15.750.000.

Suriastawa memperkirakan empat orang anggota KKB yang berada di dalam Hanoi melarikan diri melalui pintu belakang ke arah hutan belantara.


Editor : Kastolani Marzuki