Nakes Diserang KKB, Eks Menkes Ini Teringat Ucapan Warga Papua: Jangan Pulang, Tetap Bersama Kami

Riezky Maulana ยท Sabtu, 25 September 2021 - 21:04:00 WIT
Nakes Diserang KKB, Eks Menkes Ini Teringat Ucapan Warga Papua: Jangan Pulang, Tetap Bersama Kami
Sembilan tenaga kesehatan yang selamat dari kebrutalan KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang dievakuasi tim gabungan TNI-Polri. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Mantan menteri kesehatan, Nila Moeloek menyampaikan dukacita yang mendalam atas insiden penyerangan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dalam insiden itu, satu nakes perempuan bernama Gabriella Meilani (22), ditemukan tewas.

Nila Moeloek yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pakar Asosiasi Puskesmas se-Indonesia (Apkesmi) mengaku, insiden itu membuat dia teringat dengan kalimat yang disampaikan warga Papua ketika menjemput para nakes muda pulang dari tempat penugasan. Saat itu warga Papua menyampaikan merasa merasa amat terbantu dengan keberadaan nakes.

"Saya masih terngiang-ngiang dengan kata-kata dari mereka. Mereka masyarakat Papua mengatakan, mama suster, jangan pulang, mama suster tetap bersama kami, kami butuh mama suster. Tetapi kan memang harus berganti," tuturnya dikutip dari YouTube Apkesmi, Sabtu (25/9/2021).

Menurut dia, pemerintah amat memahami tingginya kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah Indonesia Timur, terkhusus Papus. Karena itu, ketika masih menjabat sebagai menteri kesehatan, Nila membuat sebuah program yang dinamakan Nusantara Sehat.

"Kami turut berduka dan prihatin terhadap para para nakes di Puskesmas Kiwirok, Pegunungan Bintang Papua. Kami mengerti tentang Indonesia Timur, karena itu pada waktu di Kemenkes kami berjuang untuk membuat terobosan mengisi pelayanan kesehatan di Papua," ujarnya.

Program itu yakni mengirimkan para nakes yang masih berusia muda untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di wilayah terpencil hingga perbatasan. Ketika mengirimkan para nakes ke daerah itu, ada rasa khawatir apakah mereka bisa kembali dalam kondisi selamat.

"Ada rasa khawatir yang luar biasa di hati saya Mereka anak-anak saya juga, anak-anak kami juga. Tentu terobati setelah dua tahun bertugas, mereka ternyata membawa berita yang sangat membuat hati kami lega, ternyata masyarakat di sana sangat membutuhkan," ucap Nila.

Dia mengatakan, insiden penyerangan terhadap nakes tersebut meninggalkan duka yang dirasakan banyak pihak, mulai dari keluarga, warga Papua dan juga bangsa Indonesia. Dia berharap kejadian yang sama tidak terulang lagi dan para nakes bisa dilindungi dalam menjalankan tugasnya.

"Indonesia maju karena sumber daya manusianya yang dibantu oleh tenaga kesehatan. Oleh karena itu, lindungilah mereka," katanya.

Sementara Ketua Apkesmi Trisna Setiawan mengutuk keras insiden penyerangan yang dilakukan oleh KKB terhadap nakes di Puskesmas Kiriwok Distrik Kiriwok, Pegunungan Bintang, Papua. Dia menilai insiden tersebut merupakan tindakan yang tak memiliki perikemanusiaan 

"Apkesmi mengecam dan mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas Kiriwok dan menyatakan tindakan itu adalah tindakan biadab yang tak berperikemanusiaan," kata Trisna dalam deklarasi pernyataan sikap Apkesmi terhadap kasus Puskesmas Kiwirok Papua, Sabtu (25/9/2021).

Dia menyebut tindakan tersebut bentuk pelanggaran HAM dan Hukum Internasional. Oleh karenanya, Trisna meminta Komnas HAM turun tangan untuk menyeret para pelaku ke pengadilan HAM.

"Kami memohon kepada Komnas HAM agar segera mengusut dan mengadili para pelaku dalam peradilan HAM sehingga pelaku diberi hukuman yang seberat-beratnya," tuturnya.

Trisna juga meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui  Panglima TNI dan Kapolri untuk menindak dan membasmi para KKB. Menurut dia, selama ini tindakan KKB sudah meresahkan masyarakat dan mengancam stabilitas keamanan.

"Memohon kepada Presiden Jokowi melalui Panglima TNI dan Kapolri agar dapat secara tegas menindak dan membasmi kelompok separatis yang meresahkan masyarakat dan bahkan mengancam stabilitas keamanan negara," ujarnya.

Di samping itu, pemerintah juga diminta memberikan jaminan keselamatan bagi pata nakes yang bertugas di daerah rawan konflik. Adapun salah satu caranya yaitu, lokasi puskesmas dapat berdekatan dengan pos-pos keamanan.

"TNI-Polri sebagai aparat keamanan dan hukum harus memberikan jaminan keamanan kepada Nakes dalam menjalankan tugasnya. Terutama pada daerah-daerah rawan dan puskesmas kita harapkan bisa berdekatan dengan kantor-kantor pos kemananan," ucapnya.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: