Pasangan di Papua Diimbau Tunda Kehamilan hingga Pandemi Corona Selesai

Fredy Nuboba ยท Selasa, 12 Mei 2020 - 04:50 WIB
Pasangan di Papua Diimbau Tunda Kehamilan hingga Pandemi Corona Selesai
Ibu hamil menjalani hendak menjalani proses persalinan. (Foto: Dok iNews).

JAYAPURA, iNews.id - Masyarakat di Papua diminta menunda kehamilan mereka untuk sementara waktu selama masa pandemi virus corona. Sebab ada risiko bagi ibu dan janin tertular Covid-19.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, Charles Brabar mengatakan, risiko ibu hamil tertular virus corona besar karena mereka kerap mendatangi fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas.

"Tetapi kalau yang sudah terlanjur hamil tidak apa-apa. Kita imbau yang belum agar mempertimbangkan untuk ditunda," kata Charles saat dikonfirmasi di Kota Jayapura, Papua, Senin (11/5/2020).

Menurut dia, Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNFPA sudah memprediksi bahwa sejumlah kebijakan untuk memutus mata rantai penularan virus seperti karantina wilayah berdampak pada tingginya angka kehamilan.

"Diprediksi akan ada penambahan jumlah penduduk di masa Covid-19, ada baby boom. Hal ini terjadi di sejumlah daerah dan dikhawatirkan juga terjadi di Papua," ujar dia.

Karena itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo telah bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia, termasuk di Papua untuk memberikan edukasi kepada warga terkait penggunaan kontrasepsi jangka pendek seperti pil, suntik dan kondom.

Sebelumnya, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule mengatakan, mendorong proses persalinan normal bagi ibu hamil. Mereka juga diminta melahirkan di puskesmas untuk beberapa bulan ke depan.

"Rumah sakit kita saat ini penuh dengan pasien corona, mulai dari PDP hingga positif. Jadi ibu hamil yang akan melahirkan, kami anjurkan melakukan persalinan normal di puskesmas," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal