Pasien Covid Meninggal Melonjak, Pemakaman di Jayapura Pakai Peti Darurat

Edy Siswanto ยท Senin, 26 Juli 2021 - 18:07:00 WIT
Pasien Covid Meninggal Melonjak, Pemakaman di Jayapura Pakai Peti Darurat
Pemakaman pasien Covid-19 di Jayapura. (Foto: Sindonews).

JAYAPURA, iNews.id - Pemakaman pasien Covid-19 di Kota Jayapura, Papua terpaksa mengunakan peti darurat setelah persediaan peti jenazah habis. Kondisi ini lantaran jumlah pasien meninggal dunia cukup tinggi.

"Karena yang meninggal bisa satu hari 10 orang, peti mati standar kita cek habis. Sedangkan jenazah Covid-19 tidak bisa ditahan satu sampai dua hari. Harus langsung dimakamkan. Terpaksa pakai peti darurat," kata Wali Kota Jayapura, Benhur Tomy Mano, Senin (26/7/2021).

Data Satgas Covid-19 Kota Jayapura per Sabtu (24/7/2021) angka komulatif pasien sebanyak 10.944 orang, sembuh 9.383 orang, meninggal 213 orang dan dirawat sebanyak 1.348 orang.

Dengan kondisi ini, Kota Jayapura telah memberlakukan PPKM Level 4 dengan membatasi aktivitas kegiatan masyarakat hingga pukul 20.00 WIT. Kemudian sekolah berlangsung daring, lalu mal dan pusat perbelanjaan dibatasi pengunjungnya dengan penerapan protokol kesehatan.

"Kita terapkan PPKM level 4, kita nanti evaluasi bulan Agustus kita masih PPKM darurat. Namun ada yang masih kepala batu (bandel). Warung buka lewat jam dan lainnya. Ini kami minta warga menaati aturan yang sudah dibuat," ujar dia.

Sebelumnya Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, berkirim surat secara resmi kepada Gubernur Papua untuk membantu penanganan Covid-19. Sebab warga yang ditangani di daerah tersebut bukan hanya mereka yang ber-KTP Jayapura.

"Kami minta permohonan dana bantuan penanganan Covid-19," kata Benhur.

Dia menjelaskan, dalam surat tersebut sudah diungkapkan dana itu digunakan untuk menangani warga non-KTP Kota Jayapura yang menjalani isolasi terpusat di LPMP Kotaraja.

Sejak dibuka 28 Juni 2021, tempat isolasi terpusat itu telah merawat 70 orang warga yang bukan ber-KTP Kota Jayapura. "Adapun dana yang dibutuhkan, yakni sebesar Rp 2,3 miliar. Anggaran ini untuk menangani warga non-KTP Jayapura hingga Desember mendatang," ujarnya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: