Pendeta Simon Sebut Aksi KKB Bunuh Warga di Beoga Papua Bertentangan dengan Injil

Tim iNews.id ยท Minggu, 25 April 2021 - 21:23:00 WIT
Pendeta Simon Sebut Aksi KKB Bunuh Warga di Beoga Papua Bertentangan dengan Injil
Pendeta Gereja Bethesda Simon Tinal menilai pembunuhan oleh KKB di Beoga bertentangan dengan Injil. (Foto: ist)

JAYAPURA, iNews.id – Penembakan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua dinilai bertentangan dengan Inji. Hal itu dikatakan pendeta Gereja Bethesda Simon Tinal (Gereja Bethesda) saat bertemu dengan tim Satgas Nemangkawi di Mimika, Sabtu (24/4/2021). 

Pendeta Simon bercerita bagaimana selama sebelum 2021 kekacauan yang timbul hanya seputar perang suku, dan hamba Tuhan dapat bantu meredakan. 

“Namun sampai saat kekacauan selama tahun 2021 anak-anak sekolah, guru dan mama-mama mulai merasa takut, sehingga banyak yang turun dari gunung,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/4/2021). 

Pendeta Simon mengatakan, penembakan terhadap guru di Beoga sangat tidak dibenarkan oleh agama, apalagi membunuh guru dan membakar sekolah. “Ini (penembakan) sangat bertentangan dengan Injil. Tindakan merekaatas dasar diri sendiri,” ucapnya. 

Pendeta Simon juga pernah bertemu kelompok KKB dan disinyalir bahwa orang tersebut berasal dari luar Beoga, karena menggunakan bahasa Dani. 

Simon berharap peristiwa penembakan tifak terulang lagi di Beoga. Pdt Simon juga mengambarkan situasi saat penembakan terjadi. 

"Waktu kejadian itu pelaku sebanyak 30 orang dengan membawa senjata panjang, saya juga termasuk orang yang ikut evakuasi korban karena korban sudah dalam keadaan meninggal dan posisi korban di dalam rumah," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: