Penembakan Warga Sipil di Papua, BAIN HAM: KKB Layak Disebut Teroris

Antara ยท Selasa, 02 Juni 2020 - 04:00:00 WIT
Penembakan Warga Sipil di Papua, BAIN HAM: KKB Layak Disebut Teroris
Petugas mengevakuasi tenaga medis yang ditembak KKB di Nabire. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

JAKARTA, iNews.id – Aksi teror oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua tak hanya dilakukan terhadap aparat keamanan. Mereka juga menembak warga sipil yang tak berdaya. Tindakan teranyar dilakukan KKB terhadap warga bernama Yunus Sani hingga tewas di lokasi.

Ketua DPW Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (BAIN HAM RI) Provinsi Papua Albert Ali Kabiay menganggap peristiwa yang terjadi terhadap Yunus Sani adalah tindak kekejaman, kejahatan, sehingga KKB layak disebut sebagai teroris karena warga tak berdosa pun dibunuh.

"KKB Papua layak sekali disebut sebagai teroris, karena mereka kerap kali menebar teror kepada masyarakat. Bahkan, warga sipil tak berdosa pun mereka tembaki hingga meninggal dunia," ujarnya, Senin (1/6/2020).

Albert Ali Kabiay mengingatkan KKB bahwa apa yang selama ini mereka lakukan merupakan tindakan keji, melanggar HAM, dan sudah seperti teroris.

Dia juga mengimbau masyarakat Papua untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada aparat keamanan, dalam hal ini TNI dan Polri, untuk melakukan penindakan hukum  terhadap KKB.

Sementara itu, Satuan Tugas Operasi Nemangkawi masih memburu KKB yang menembak warga sipil di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Korban Yunus Sani, warga Intan Jaya saat itu sedang melakukan perjalanan darat di Jalan Trans-Papua dari Kabupaten Intan Jaya menuju ke Kabupaten Nabire, Jumat (29/5/2020).

Kronologisnya, saat Yunus tiba di daerah perbatasan Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Paniai, tepatnya di Gunung Magataga, korban dihadang oleh KKB, kemudian ditembaki hingga meninggal dunia di tempat.

Saat ini, personel Satgas Operasi Nemangkawi dan Polda Papua terus mengejar para pelaku KKB yang melarikan diri.

Editor : Kastolani Marzuki