Polisi Diminta Usut Video Pembakaran Surat Suara di Puncak Jaya Papua

Antara ยท Rabu, 24 April 2019 - 18:42 WIB
Polisi Diminta Usut Video Pembakaran Surat Suara di Puncak Jaya Papua
Pembakaran surat suara di Puncak Jaya. (Foto: Istimewa).

JAYAPURA, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua mengaku kaget terkait kabar pembakaran surat suara di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya. Karena sejak pemungutan suara pada Rabu (17/4/2019) hingga Minggu (20/4/2019) tidak ada laporan menonjol terkait pemilu.

"Informasi tentang pembakaran surat suara di Tingginambut baru saya terima, dan setelah dicek ternyata pembakaran itu dilakukan Senin (22/4/2019) setelah pleno tingkat distrik," kata Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay saat dikonfirmasi wartawan di Kota Jayapura, Papua, Rabu (24/4/2019).

Surat suara yang dibakar itu, setelah ada kesepakatan dengan tokoh masyarakat di wilayah itu, dan setelah dilakukan rekapitulasi dengan dokumen-dokumennya saat ini sudah berada di Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya untuk dilakukan pleno tingkat kabupaten.

"Polisi diminta untuk mengusut pembuat dan penyebar video tersebut, karena dapat meresahkan masyarakat," ujarnya.

Terkait pemungutan suara ulang (PSU), kata dia, KPU Provinsi Papua telah menetapkan PSU di 49 TPS di empat kabupaten/kota. Rencanannya pemungutan suara tersebut akan berlangsung serentak pada Sabtu, 27 April mendatang.

Dia mengatakan, empat kabupaten dan kota yang akan melaksanakan PSU, yaitu Kabupaten Jayawijaya 12 TPS, Kabupaten Intan Jaya 34 TPS, Kota Jayapura dua TPS, dan satu TPS di Kabupaten Asmat.

"Hanya 49 TPS pada empat kabupaten dan kota yang dipastikan PSU," kata Theodorus.

Tujuh TPS di Kabupaten Mimika yang sebelumnya terindikasi untuk juga dilaksanakan PSU hingga kini belum ada rekomendasi untuk dilaksanakan PSU, karena itu hanya 49 TPS tersebut yang pasti berlangsung PSU.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal