Polisi Tangguhkan Penahanan 20 Orang Tersangka Makar HUT OPM di Papua

Antara ยท Jumat, 20 Desember 2019 - 17:15 WIB
Polisi Tangguhkan Penahanan 20 Orang Tersangka Makar HUT OPM di Papua
Personel Polres Jayapura (Foto: dok iNews.id)

JAYAPURA, iNews.id - Polres Jayapura menangguhkan penahanan 20 orang tersangka kasus makar perayaan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) 1 Desember. Penangguhan penahanan diberikan jelang perayaan Natal.

"Di bulan yang penuh kasih ini, 20 orang berinisial SK, MI, MS, LI, SJ, RT, CHB, YW, YT, IB, YB, NM, MY, KA, WW, AI, AS, SS, PM, LK yang sebelumnya memang sudah status tersangka dalam proses penyelidikan, kita melakukan tahapan sesuai dengan hak hukum acara pidana terkait dengan penangguhan penahanan," kata Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon di Sentani, Jayapura, Papua, Jumat (20/12/2019).

Victor mengatakan, penangguhan penahanan terhadap 20 tersangka itu juga atas jaminan pihak keluarga masing-masing. Selain sebagai penjamin, pihak keluarga diharapkan turut menasehati tersangka untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama.

"Hiduplah sesuai dengan aturan yang ada, taat kepada pemerintah sah yang ada, karena pemerintah juga sudah berupaya melalui bapak Presiden dengan kami yang ada di bawah ini memberikan rasa nyaman dan juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat," kata Victor.

Untuk 20 orang tersebut, Victor berharap ada solusi yang terbaik. Tidak tertutup kemungkinan polisi mempertimbangkan untuk menghentikan penyidikan dengan mempertimbangkan faktor sosial dan ekonomi.

"Jadi nanti kita juga akan pastikan lagi untuk status hukumnya, apakah status tersangka itu berhenti di dalam proses penyidikan karena kita ada juga yang namanya SP3 atau pemberhentian penyidikan," ujarnya.

Penangkapan terhadap 20 orang itu dilakukan pada 30 November 2019 malam di pertigaan Bandara Sentani. Mereka berada pada 1 unit truk yang bergerak menuju ke Lapangan Trikora untuk mengikuti upacara peringatan 1 Desember yang merupakan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Saat ditangkap, ditemukan barang bukti berupa baju loreng berlambangkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan berbagai macam senjata tajam. Para tersangka diketahui berasal dari Kabupaten Sarmi dan Distrik Demta yang telah mendapat latihan perang sebelumnya.

“Seandainya tidak kita cegah pada waktu itu, bisa saja mereka menjadi tersangka kasus lain ataupun menjadi korban disana," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto