Terbukti Terlibat Kasus Makar di Papua, WNA Polandia Divonis 7 Tahun Penjara

Antara · Selasa, 17 Desember 2019 - 15:58 WIB
Terbukti Terlibat Kasus Makar di Papua, WNA Polandia Divonis 7 Tahun Penjara
WNA asal Polandia, Jackob Fabian Szkripsi saat menjalani sidang di PN Jayawijaya dan mengajukan banding, lalu diputuskan oleh MA tujuh tahun penjara, Selasa (17/12/2019). (Foto: Antara)

WAMENA, iNews.id – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Polandia, Jackob Fabian Szkripsi, dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena terbukti terlibat kasus makar di wilayah pegunungan tengah Papua. Putusan Mahkamah Agung (MA) ini lebih tinggi dua tahun dibandingkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Wamena yang sebelumnya hanya lima tahun penjara.

“MA menambah dua tahun hukuman atas putusan Pengadilan Wamena yang sebelumnya hanya lima tahun penjara. karena terbukti melakukan perbuatan makar. Jackob terbukti melakukan perbuatan makar,” kata Kepala Seksi Pidana Umum PN Jayawijaya, Richarda Arsenius di Wamena, Selasa (17/12/2019).

 

BACA JUGA:

Polisi Tangkap Tersangka Kasus Makar Ketua KNPB Mimika, Steven Itlay di Uncen

Polda Papua Tangkap Tersangka Makar Buchtar Tabuni, Wakil Ketua ULMWP

 

Richarda mengatakan, setelah putusan itu, maka status Jackob menjadi narapidana. Hari ini dia dipindahkan dari ruang tahanan Polres Jayawijaya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wamena di Jayawijaya.

“Kalau ada yang mau mengajukan pemindahan, mke pihak Lapas atau Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Papua. Sebab, Jackob sudah berstatus narapidana sehingga yang punya kewenangan mereka,” katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Jayawijaya AKP Suheriadi mengatakan, terus berkoordinasi dengan pihak kejaksaan terkait vonis terhadap WNA Polandia itu. “Setelah ada putusan kasasi, maka kewenangan dari Kejaksaan untuk melakukan eksekusi memindahkan yang bersangkutan ke Lapas Wamena,” katanya.

Suheriadi mengaku tim pengacara Jackob meminta pemindahan tempat penahanan. Namun, hal itu bukan lagi menjadi kewenangan kepolisian. “Kalau kuasa hukum, keluarga dan kosulatnya ingin mengajukan permohonan pemindahan lapas, maka harus bersurat resmi kepada Kanwil Hukum dan HAM,” katanya.

Dia menambahkan, selama Jackob dititip di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Jayawijaya, WNA itu belum pernah mengeluh sakit fisik. Setiap hari, petugas medis dari Klinik Polres juga selalu memeriksa Jackob.


Editor : Maria Christina