Tragis! Ibu Muda di Sorong Papua Barat Daya Tewas Ditikam di Depan Gereja
SORONG, iNews.id – Kasus penikaman ibu muda di Sorong menggemparkan warga Papua Barat Daya. Seorang ibu rumah tangga bernama Cristina Ewit Syufi (22) tewas ditikam tepat di depan pintu gerbang Gereja Katolik Paroki Santo Bernadus, Jalan Sawi Malawele, Kabupaten Sorong, Minggu (18/1/2026) pagi.
Peristiwa tragis itu terjadi setelah misa pagi dimulai. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi dan rekaman video yang beredar, korban baru turun dari kendaraan dan berjalan menuju pintu masuk gereja ketika tiba-tiba diserang seorang pria tak dikenal.
Akibat penikaman tersebut, korban mengalami luka berat hingga pendarahan. Dia sempat terjatuh di halaman gereja di hadapan sejumlah jemaat yang panik melihat kejadian itu.
Sejumlah jemaat yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan awal sebelum korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawa korban tidak tertolong akibat luka parah yang dialaminya.
Pihak Polres Sorong segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan memasang garis polisi. Aparat juga mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
Hingga saat ini, kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas dan motif pelaku. Polisi menegaskan penanganan kasus ini tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Sementara kakak kandung korban, Maria Syufi, mengungkapkan keluarga telah lama mengetahui adanya ancaman yang diterima adiknya sebelum kejadian tragis tersebut. Dia meminta polisi bertindak cepat dan tidak mengabaikan riwayat kekerasan yang dialami adiknya.
“Kami minta polisi dalam waktu 1x24 jam sudah bisa menangkap pelaku. Ini bukan peristiwa spontan. Sudah ada ancaman-ancaman sebelumnya,” ujar Maria dikutip dari iNews Sorong Raya, Senin (19/1/2026).
Menurut keterangan keluarga, korban diduga ditikam mantan suami bernama Maximus Sasior. Sejak berpisah, terduga pelaku disebut kerap melontarkan ancaman terhadap korban akibat persoalan rumah tangga.
“Almarhum sering cerita bahwa dia diancam. Bahkan kakak dari pelaku sendiri mengakui hal itu kepada kami,” katanya.
Pihak keluarga berharap kasus penikaman ini ditangani secara serius sebagai kejahatan berbasis kekerasan terhadap perempuan agar tragedi serupa tidak terulang.
“Jangan sampai ancaman dianggap sepele sampai nyawa melayang. Kami ingin keadilan, dan kami ingin pelaku segera ditangkap,” ucapnya.
Editor: Donald Karouw