Viral Belasan Pemuda di Mimika Tewas akibat Vodka, Kapolres: Penyelidikan Terus Berjalan

Antara ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 07:27 WIB
Viral Belasan Pemuda di Mimika Tewas akibat Vodka, Kapolres: Penyelidikan Terus Berjalan
Ilustrasi pesta miras. (Foto: Istimewa)

TIMIKA, iNews.id - Kepolisian Resor Mimika, Papua masih terus menyelidiki praktik penjualan minuman keras (miras) oplosan jenis vodka yang menyebabkan kematian sejumlah pemuda beberapa waktu lalu. Sebanyak 16 botol miras pabrikan jenis vodka diamankan, sementara sampel minuman telah diperiksa di Laboratorium Forensik Polri.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata mengatakan, hasil uji labfor sudah ada. Meski demikian, dia mengaku belum bisa mempaparkannya karena terkait kepentingan penyidikan.

“Penyidik masih melengkapi keterangan para saksi untuk memastikan kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan, dengan penetapan status tersangka,” katanya.

Dia berjanji, perkembangan penyidikan akan disampaikan setelah aparat mengumpulkan fakta-fakta lain di lapangan. Dia juga akan menindak tegas pelaku, jika terbukti mengoplos atau menjual mimuman beralkohol berbahaya dan beracun.

"Tentu tidak akan kami biarkan. Apalagi isu ini sudah berkembang sedemikian luas dan cukup meresahkan masyarakat," ujarnya.

Sebelumny sempat viral di media sosial adanya 11 pemuda yang meninggal setelah menenggak minuman beralkohol oplosan yang dijual oleh salah satu toko di Kota Timika. Indentitas para pemuda yang meninggal itu yakni Mecky Nawipa, Jefry Nawipa, Mias Alom, Rein Degey, Erick Kobepa, Yosep Pugiye, Roby Degey, Maksi Koga, Fery Gobay, Men Yeimo, dan Anselmus Tenouye.

Polres Mimika baru mengidentifikasi lima di antara pemuda yang meninggal tersebut ada kaitannya dengan mengonsumsi minuman beralkohol. Mereka terdiri atas Meky Nawipa, Jefry Nawipa, Jeremias Alom alias Mias Alom, Maksimus Koga dan Reinhard Degey.

"Di antara 11 orang itu, lima orang yang kita ketahui meninggal ada kaitannya dengan miras. Namun, tidak semuanya meninggal karena miras oplosan. Ada sebagian meninggal karena dampak miras," katanya.

Kapolres mengatakan harus dipetakan kasus meninggal akibat menenggak minuman beralkohol atau dampak mengonsumsinya.

Dampak mengonsumsi minuman beralkohol seperti mabuk-mabukan kemudian terlibat kasus kekerasan dan mengakibatkan korban meninggal dunia. Bisa juga mengendarai kendaraan di jalan raya lalu mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia.

"Kalau meninggal karena miras, dia minum yang mungkin itu beracun sehingga dia keracunan dan meninggal dunia," katanya.

Kapolres meminta warga Timika agar bekerjasama dengan kepolisian untuk melaporkan setiap kejadian apabila mendapat informasi adanya kematian akibat mengonsumsi minuman beralkohol.

Selain 11 pemuda tersebut, dua orang di Kampung Iwaka belum lama ini juga dilaporkan meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Miras yang diduga oplosan yang dibeli dari salah satu toko di Kota Timika.


Editor : Umaya Khusniah