Wabup Yalimo Penabrak Polwan hingga Tewas Tetap Ikut Tahapan Pilkada

Chanry Andrew Suripatty, Antara ยท Jumat, 18 September 2020 - 17:04 WIT
Wabup Yalimo Penabrak Polwan hingga Tewas Tetap Ikut Tahapan Pilkada
Wabup Yalimo Erdi Dabi diamankan polisi. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

WAMENA, iNews.id - Wakil Bupati (Wabup) Yalimo Erdi Dabi yang menabrak seorang polwan hingga meninggal dunia di Kota Jayapura, Provinsi Papua, tetap mengikuti tahapan Pilkada Kabupaten Yalimo Tahun 2020. Pasalnya, status calon petahana berusia 31 tahun itu masih tersangka.

Ketua KPU Yalimo Yehemia Walianggen mengatakan, jika sudah ada keputusan pengadilan yang mengikat, barulah KPU Yalimo menindaklanjuti pada pencalonan Erdi Dabi di Pilkada Serentak 2020 sesuai ketentuan yang ada.

"Namun karena masih tersangka, yang bersangkutan masih tetap diikutkan dalam tahapan pilkada," kata Yehemia, Jumat (18/9/2020).

Erbi Dabi merupakan satu dari dua kandidat calon bupati yang telah mendaftar ke KPU Yalimo. Wabup Yalimo ini maju sebagai calon kepala daerah dengan pasangannya, melawan bupati Yalimo. Erbi diketahui telah mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan di Jayapura.

Menurut Yehemia, Erbi Dabi bisa mendelegasikan perwakilan jika ada tahapan pilkada yang mengharuskan calon hadir.

"Sebenarnya tahapan yang mengharuskan calon hadir sudah dilalui, terutama pemeriksaan kesehatan. Kalau ada agenda tahapan lain, beliau bisa mendelegasikan timnya untuk ikut dalam tahap yang dilakukan KPU," katanya.

KPU Yalimo telah menerima hasil pemeriksaan kesehatan dari dua bakal calon pasangan kepala daerah setempat. Hasil pemeriksaan kesehatan akan dibuka dan dilihat saat pleno penetapan tanggal 23 September nanti.

"Nanti saat dilakukan pleno penetapan tanggal 23 September, barulah hasil pemeriksaan kesehatan yang disegel, itu dibuka dan dilihat. Ini sebagai dasar pertimbangan memutuskan bakal calon menjadi calon," katanya.

Diketahui, Wabup Yalimo Erdi Dabi menabrak Polwan Bripka Christin Meisye Batfeny (36), hingga meninggal dunia, Rabu (16/9/2020) pagi lalu. Orang nomor dua di Kabupaten Yalimo itu mengendarai mobil Hilux dalam kondisi mabuk minuman keras (miras). Hasil olah TKP, kecelakaan terjadi karena Erdi Dabi tidak berhati-hati saat berkendara.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw sebelumnya menegaskan akan memproses hukum penabrak anggota Polwan hingga meninggal dunia. Meskipun pelakunya pejabat negara, Wabup Yalimo Erdi Dabi akan tetap diproses sesuai undang-undang yang berlaku.

“Saya sudah perintahkan Dirlantas untuk memproses pelaku penabrak dan menyita barang bukti. Akibat yang ditimbulkan sangat fatal,’’ ujar Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Paulus Waterpauw menyesalkan dan prihatian terhadap perilaku pengendara mobil Hilux tersebut. Sebagai seorang oknum pejabat daerah, seharusnya tidak berperilaku mabuk-mabukan dan berkendara hingga terlibat kecelakaan yang memakan korban jiwa.


Editor : Maria Christina