Warga Gelar Tradisi Bakar Honai, Kepala Suku Puncak : Situasi Sudah Aman

Andi Mohammad Ikhbal ยท Senin, 03 Mei 2021 - 18:03:00 WIT
Warga Gelar Tradisi Bakar Honai, Kepala Suku Puncak : Situasi Sudah Aman
Warga di Wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, membakar Honai, simbol kondisi di sana telah kondusif. Foto: Antara

PUNCAK, iNews.id - Situasi keamanan di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, kini telah kondusif, ditandai dengan pelaksanaan tradisi bakar honai yang dipimpin langsung oleh Kepala Suku Puncak, Nicolas Salom. Konflik di sana dipicu dari pertikaian berdarah antara kelompok warga pimpinan Simon Alom dan Elfis Tabuni. 

"Ini saya punya adat mulai hari Senin (3/5/2021) hingga Selasa (4/5/2021). Selama kegiatan dimulai situasi sudah aman, hingga selesai kegiatan aman lagi," ujar Nicolas, di Puncak, Papua, Senin (3/5/2021). 

Tradisi bakar honai turut menandai bahwa situasi di Puncak aman dari kelompok kriminal Bersenjata (KKB) yang kini dilabeli teroris oleh pemerintah. Sebelumnya, sempat terjadi kontak senjata antara TNI-Polri dengan kelompok teroris tersebut.

Untuk mengatasi potensi gangguan kelompok kriminal bersenjata tersebut, aparat gabungan TNI-Polri menerjunkan pasukannya. Bahkan pasukan gabungan TNI-Polri juga mengirim personel tambahan agar senantiasa memberikan pengamanan untuk masyarakat di Kabupaten Puncak. 

Pelaksanaan tradisi adat bakar honai tersebut turut dihadiri oleh Wakasatgas Humas Nemangkawi AKBP Fajar Satria, dan Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia. Kehadiran pihak kepolisian memastikan pagelaran tradisi adat bakar honai berjalan dengan aman dan kondusif nantinya. 

Masyarakat pun tampak antusias dengan kedatangan para personel Polri dalam tradisi adat tersebut. Mereka mengapresiasi dan berterima kasih atas kesigapan dan kerja keras aparat gabungan TNI-Polri, yang telah mendesak mundur KKB hingga wilayah Puncak kembali kondusif.

Mobilitas masyarakat di Kabupaten Puncak pun sudah kembali normal. Hal ini ditunjukkan dari ramainya kegiatan di pasar Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.  

Editor : Erwin Sihombing