4. Kaido
Kaido yang juga dikenal sebagai Pikon terbuat dari bambu halus atau buluh yang diberi benang anggrek. Mulanya, Kaido diciptakan untuk menghilangkan rasa penat masyarakat Papua setelah berladang. Namun berkembang menjadi salah satu alat musik yang wajib ada pada upacara adat.
Cara memainkannya mudah, salah satu sisinya ditiup. Secara bersamaan benang anggrek ditarik untuk mengatur tinggi rendahnya nada.
Diyakini, nada yang dihasilkan dapat diterjemahkan sebagai bentuk pernyataan kesedihan, cinta, kegembiraan bahkan kebencian.
Bahkan pemuda Suku Mee kerap menggunakan Kaido untuk mengungkapkan perasaan cinta terhadap lawan jenis.
5. Krombi
Satu lagi alat musik Papua yang terbuat dari bambu. Bagian atas bambu disayat hingga dalamnya terlihat. Kemudian, pada bagian atasnya diikatkan beberapa utas tali.
Krombi dimainkan dengan cara dipukul pada bagian tali tersebut menggunakan sebatang bambu kecil. Sama seperti Kaido, Krombi kerap digunakan sebagai pengiring upacara dan pesta adat.
6. Guoto
Guota merupakan alat musik Papua dari bilah bambu yang bagian atasnya disayat sampai membentuk seperti senar. Alat musik ini mirip dengan Celempung dari Sunda, namun cara memainkannya berbeda.
Guoto bisa dimainkan dengan cara memetik senarnya dengan pelan.
7. Yi
Yi merupakan alat musik Papua dengan bentuk unik. Alat ini memiliki fungsi yang sama dengan Triton yaitu untuk mengumpulkan penduduk ke satu tempat. Cara memainkan alat ini yakni memukulnya dengan keras.
8. Pikon
Alat musik tradisional Papua berikutnya yakni pikon yang berasal dari suku Dani. Alat musik ini terbuat dari bambu dengan ukuran hanya 5,2 cm saja.
Cara memainkannya dengan meniup bagian tengah bambu yang telah diberi lubang sambil menarik tari yang terhubung dengan lidi.
9. Kecapi Mulut
Kecapi mulut merupakan salah satu alat musik Papua. Berbeda dengan di Jawa, kecapi di Papua dimainkan dengan cara ditiup dan menarik talinya sampai mengeluarkan suara.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait