Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (foto: Yuwantoro Winduajie)

Aktivasi tersebut tidak serta-merta membuat seluruh SPPG langsung memberikan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah proses aktivasi, masing-masing dapur masih harus menyelesaikan sejumlah tahapan sebelum pelayanan kepada penerima manfaat dimulai.

Tahapan tersebut mencakup pelatihan penjamah makanan serta penyiapan dan penetapan jumlah penerima manfaat. Jumlah penerima manfaat akan ditambah secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan setiap SPPG.

“Selanjutnya, setelah kita aktivasi, akan ada tahapan-tahapan, termasuk tahapan pelatihan. Penjamah makanan harus dilatih, termasuk juga nanti penerima manfaatnya dimulai dari sekian jumlah, jumlahnya makin ditambah, dan seterusnya,” ucapnya.

BGN memperkirakan SPPG yang telah diaktifkan dapat mulai beroperasi dalam waktu sekitar tiga hingga empat minggu. Namun, waktu tersebut bergantung pada kesiapan masing-masing dapur dan penyelesaian seluruh persyaratan yang diperlukan.

“Kami prediksi tahapan-tahapan ini akan langsung dimulai pada tanggal 2 itu, kemudian dapur-dapur tersebut siap beroperasi pada tiga sampai empat minggu setelah dilakukan aktivasi pada tanggal 2,” tuturnya.

Aktivasi dilakukan secara serentak dengan melibatkan jajaran pimpinan dan pejabat BGN di sejumlah daerah. Sudaryono dijadwalkan berada di Provinsi Maluku, sedangkan Wakil Kepala BGN, para deputi, dan pejabat eselon II ditugaskan ke provinsi lainnya untuk memastikan proses berjalan sesuai tahapan.

Setelah aktivasi, BGN akan melanjutkan perluasan layanan MBG secara bertahap. Fokusnya tetap diarahkan ke wilayah 3T, daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi, serta wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan tersebut.

BGN juga akan mendata sekolah-sekolah yang hingga kini belum memperoleh layanan MBG, khususnya sekolah yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

“Kami prioritaskan di wilayah 3T, wilayah stunting tinggi, wilayah stunting tinggi sekali, dan wilayah-wilayah lain yang memang banyak sekali kami mendapatkan aduan. Sekolah-sekolah itu masih banyak yang belum mendapatkan pelayanan MBG, tetapi khususnya yang berada di daerah-daerah yang jauh dari Ibu Kota. Ini kemudian akan kami sisir terus,” katanya.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network