Polres Sorong Kota menangkap enam orang pelaku penganiayaan Mesak Magai di KM Labobar. (Foto: iNews/Chanry Andrew).
Chanry Andrew Suripatty

SORONG, iNews.id - Polres Sorong Kota, Papua Barat menangkap enam orang pelaku penganiayaan Mesak Magai di Pelabuhan Sorong. Para pelaku ditangkap di atas kapal dan diperiksa di Mapolres Sorong Kota.

Penangkapan itu dilakukan setelah terjadi pengepungan Pelabuhan Sorong pada Jumat (4/3/2022) malam oleh puluhan masyarakat Paniai. Mereka mencari pelaku penganiayaan Mesak Magai.

Untuk meredakan emosi massa, puluhan personel Polres Sorong Kota yang dipimpin Kapolres Sorong Kota AKBP Johannes Kindangen tiba di dermaga penumpang Pelabuhan Sorong.

Dia melakukan negosiasi dengan warga Paniai yang melakukan pengepungan, terutama keluarga Mesak Magai. Dia meminta untuk tidak melakukan aksi balas dendam.

Kapolres Sorong Kota AKBP Johannes Kindangen bernegosiasi dengan keluarga Mesak Magai. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

Namun, massa menuntut kepolisian untuk menangkap para pelaku dan menindak tegas mereka yang telah menganiaya Mesak Magai.

Negosiasi pun berhasil setelah kapolres memastikan polisi akan menangkap para pelaku penganiayaan yang menyebabakan Mesak Magai mengalami luka di wajah dan kepala.

Tak menunggu waktu lama, Tim Resmob Polres Sorong Kota yang dipimpin Kanit Resmob Aiptu Budi bergerak ke atas kapal dan langsung menangkap beberapa pelaku penganiayaan. 

"Para pelaku diturunkan dari atas kapal dengan pengawalan ketat untuk menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolres Sorong Kota," kata kapolres.

Menurutnya, ada enam pelaku yang ditangkap di atas kapal. "Kami meminta keluarga korban menyerahkan kasus ini sepenuhnya untuk diproses hukum oleh kepolisian," ujarnya.

Setelah menangkap enam pelaku, Polres Sorong Kota melakukan sterilisasi Pelabuhan Sorong sehingga para penumpang yang tertahan berjam-jam di atas kapal dapat turun dengan selamat.

Informasi dihimpun menyebutkan, gangguan keamanan di atas kapal penumpang milik PT Pelni ini kerap terjadi. Sejumlah preman yang dipengaruhi minuman keras dan narkoba sering melakukan aksi pemalakan dan penganiayaan terhadap penumpang.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT