3. Tambang Emas Martabe
Tambang Emas Martabe merupakan perusahaan tambang emas yang dimiliki PT Agincourt Resources. Perusahaan ini menghasilkan emas mencapai 135 ton pada 2020.
Lokasi pertambangan emas ini berada di Sumatera Utara dan beroperasi sejak 2012. Sebagai salah satu perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia, PT Agincourt Resource memiliki area konsesi seluas 130.000 hektare.
Perusahaan tambang emas ini menggunakan metode Carbon-in-Leach untuk proses pengelolaannya dan bisa dikatakan lebih mahal daripada metode Heap Leach.
Perusahaan tambang emas ini juga bisa memproduksi sekitar 10 ton emas per tahun. Hal ini didukung dengan kapasitas pabrik untuk mengolah sangat besar yakni 6 juta ton biji per tahun.
4. Tambang Emas Toka Tindung
Tambang Emas Toka Tindung secara resmi dimiliki PT Archi Indonesia Tbk. Perusahaan ini memiliki dua anak perusahaan yaitu PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya yang berada di Sulawesi Utara.
Tambang emas satu ini sudah beroperasi sejak tahun 2009. Produksi pertamanya tahun 2011 dan cadangan emasnya mencapai 122 ton.
Cadangan emas yang dihasilkan ini memiliki tingkat endapan sulfidasi yang rendah dan untuk luas konsesinya sekitar 40.000 hektare.
Perusahaan tambang emas ini memiliki kapasitas 4 juta ton bijih per tahun dan telah memproduksi 7 hingga 8 juta ton emas. Peningkatan jumlah produksi Toka Tindung ini sangat pesat bahkan bisa melampaui Merauke.
5. Tambang Emas Gosowong
Tambang emas Gosowong dimiliki PT Indotan Halmahera Bangkit dan juga PT Aneka Tambang. Menariknya, yang mengoperasikan perusahaan ini merupakan PT Nusa Halmahera Minerals.
Perusahaan tambang emas tersebut memiliki area konsesi yang kurang lebih 29.000 hektare, lokasinya di Halmahera bagian utara.
Biasanya, perusahaan ini akan menggunakan sistem pertambangan bawah tanah dan masih memiliki cadangan emas sebanyak 9 ton emas.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait