Personel Polres Mamberamo Tengah yang berada di lokasi sempat berupaya memadamkan api secara manual. Namun, kobaran api sulit dikendalikan sehingga 17 petak barak akhirnya hangus terbakar.
“Untuk penyebab kebakaran masih terus dilakukan pendalaman. Namun dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, sumber api diduga berasal dari penumpukan colokan pada stop kontak yang berada dekat dengan gorden,” katanya.
Dampak kebakaran cukup besar karena keterbatasan sarana tempat tinggal di wilayah pegunungan membuat sejumlah barak dihuni lebih dari satu personel, bahkan bersama keluarga. Akibatnya, puluhan personel dan anggota keluarganya kehilangan tempat tinggal di kompleks asrama.
Sebagai langkah awal, Kapolres Mamberamo Tengah bersama jajaran menyiapkan tempat tinggal sementara bagi 46 personel beserta keluarga yang terdampak.
“Yang menjadi perhatian utama saat ini adalah memastikan seluruh personel dan keluarga yang terdampak mendapatkan tempat tinggal sementara serta kebutuhan dasar lainnya. Penanganan lebih lanjut akan dilakukan secara bertahap,” ucapnya.
Polda Papua juga memberikan perhatian terhadap kondisi personel yang terdampak. Koordinasi dengan jajaran terkait dilakukan untuk mendukung penanganan serta pendataan kerugian akibat kebakaran.
Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran. Polisi juga terus melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait