Ilustrasi KKB Papua. (Foto : iNews.id)
Chanry Andrew Suripatty

SORONG, iNews.id - Beredar kabar rombongan Penjabat Bupati Maybrat Bernhard E Rondonuwu diadang Kelompok Separatis Teroris Bersenjata (KSTB) atau kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Sori dan Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan dan Distrik Aifat Timur Tengah, Sabtu (17/9/2022) 06.00 WIT. Bahkan informasi menyebutkan seorang intelejen TNI ditembak.

Atas kabar yang beredar, Kapolres Maybrat AKBP Gleen Rooi Molle memastikan informasi tersebut hoaks. Hal itu untuk mengganggu keamanan dan ketertiban masyakarat yang saat ini semakin hari kian kondusif.

"Jadi itu informasi hoaks. Tidak benar ada kejadian itu. Ini kebetulan kami baru saja selesai mengikuti pemakaman anggota yang meninggal beberapa hari lalu akibat laka lantas. Kalau kegiatan Pak Penjabat Bupati pasti kami ikut. Tapi ini tidak ada kegiatan sama sekali," ujar Kapolres saat dikonfirmasi iNews.id, Sabtu (17/9/2022).

Menurutnya, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Maybrat hingga kini masih tetap kondusif. Aktivitas kegiatan masyarakat berjalan seperti biasanya.

Kapolres berharap agar para pelaku penyebar hoaks agar tidak menyampaikan berita menyesatkan yang pada akhirnya membuat keresahan di tengah masyakarat.

"Masyarakat beraktivitas seperti biasa. Di sini masyakarat tidak terpengaruh informasi hoaks. Kepada para pelaku agar segera menghentikan kegiatan mereka. Kami sudah mendeteksi para penyebar hoaks tersebut dan akan lakukan penindakan secara hukum sesuai perundangan-undangan yang berlaku," katanya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokoler Michael Rafael Kareth membantah dengan tegas informasi yang menyebutkan rombongan Pj Bupati Maybrat diadang KKB saat kunjungan kerja ke Kampung Sori dan Kisor. Saat ini kondisi Pj Bupati dalam keadaan sehat dan sedang melakukan aktivitas seperti biasa di Kantor Bupati Maybrat. 

"Informasi pengadangan terhadap Pj Bupati Maybrat itu tidak benar. Saya bersama Bapak Pj ada tetap beraktivitas saat ini di Kantor Bupati Maybrat, terima kasih," kata Michael.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT