Aparat gabungan berjaga-jaga mengamankan situasi kericuhan di Dogiyai, Papua usai kecelakaan truk tabrak bocah hingga tewas. (Foto : Istimewa).
Kurnia Illahi

DOGIYAI, iNews.id - Kerusuhan di Dogiyai, Papua beberapa waktu lalu menyebabkan gelombang pengungsi. Sedikitnya 356 orang yang merupakan pendatang mengungsi.

Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani mengatakan, para pengungsi terbagi di beberapa lokasi, yakni di Polres Dogiyai 39 orang dan Pos Raider 113 Pamrahwan Aceh 54 orang.

Kemudian, kata dia di Makoramil Moenamani 120 orang, Pos Paskhas Monamani 29 orang, Kompleks Gereja GPDI 100 orang dan Kompleks Gereja GKI Koinonia 10 orang.

“Dari hasil pantauan di lapangan, sebagian masyarakat pendatang memilih mengungsi ke Kabupaten Nabire dengan menggunakan kendaraan lajuran kurang lebih sudah sebanyak 55 kendaraan lajuran yang mengantarkan pengungsi ke Nabire semenjak pasca kejadian kerusuhan,” ujar Faizal dikutip dari laman Polda Papua, Rabu (16/11/2022).

Dia menuturkan, usai kejadian tersebut pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk penguatan sistem pengamanan (sispam) kota dalam rangka pemulihan situasi. Selain itu, lanjut dia juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat, para tokoh masyarakat dan tokoh agama terkait pemulihan situasi kamtibmas.

“Kami juga sudah membuka palang di beberapa lokasi mobilisasi kendaraan jalur utama maupun jalur lingkungan dan mengamankan perbaikan jaringan listrik yang sempat lumpuh di beberapa lokasi oleh petugas PLN,” tuturnya.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT