Orang Papua berasal dari suku bangsa Melanesia dan termasuk ras Melanesoid yang telah lama mendiami Nusantara. (Foto : LookIndonesia)
Donald Karouw, puti aini yasmin

JAKARTA, iNews.id - Dari manakah nenek moyang orang Papua berasal? Menurut Undang-Undang Otonomi khusus Papua, Orang Asli Papua (OAP) merupakan orang yang berasal dari rumpun ras Melanesia

Secara fisik, suku bangsa di Papua memiliki karakteristik berbadan besar, berkulit hitam serta memiliki rambut keriting. Ini merupakan ciri ras melanesia yang hidup di Pulau Papua dan menjadi suku asli.

Mengenal Ras Melanesia?

Melanesia merupakan gugusan pulau di wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua. Ras terbesar yang mendiami wilayah ini yakni Melanesoid.

Melansir buku 'Ilmu Pengetahuan Sosial' terbitan Esis, suku bangsa Melanesia memiliki ciri-ciri berkulit hitam, hidung lebar, rambut hitam keriting serta bertubuh tegap.

Berdasarkan catatan sejarah, bangsa Melanesia yang menjadi nenek moyang diperkirakan sudah lama menetap di kepulauan Nusantara, jauh sebelum bangsa lain berdatangan ke Indonesia. Bangsa melanesoid atau disebut Papua Melanesoid termasuk dalam ras Negroid.

Kemudian, bangsa Melanesoid bergeser ke sebelah Timur Indonesia setelah kedatangan bangsa Melayu Tua. Bahkan, di beberapa tempat ada yang mengalami percampuran dengan ras Melayu Tua.

Catatan lain, sebagian besar ras Melanesia di dunia disebut terdapat di Indonesia, yakni sekira 80 persen dari jumlah penduduknya. Hal ini diutarakan Profesor Harry Truman Simanjuntak, Arkeolog senior dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang menulis buku 'Diaspora Melanesia di Nusantara'.

Disebutkan pusat ras Melanesia terbagi atas tiga wilayah yang berkembang di Nusantara, Melanesia Barat dan Australia.

Melanesia Barat, khususnya di wilayah pulau besar, tersebar di Papua dan Papua Nugini. Kemudian menyebar hingga Maluku, Maluku Utara dan wilayah di sekitarnya.

Perkembangan ras Melanesia di Australia sudah ada dan berkembang sejak 50.000-60.000 tahun lalu. Kemudian di Papua sudah ditemukan buktinya sejak 45.000 tahun lalu. Sementara di Indonesia, bukti peninggalan sejarahnya pun sudah ditemukan sejak 45.000-50.000 tahun lalu.

Sejak sekitar paruh kedua Pleistosin Atas telah dimulai dinamika kehidupan populasi Melanesia di Nusantara dan kawasan Pasifik. Kehidupan yang terus berlangsung, hingga berakhirnya zaman es pada ca 12.000 BP yang menyebabkan kenaikan muka laut dan memperluas penyebaran populasi dan geografi hunian.

Populasi baru yang digolongkan oleh para ahli sebagai ras australomelanesia ini memperkaya budaya pendahulu dengan pola hunian gua, pola mencari makan, pembaruan peralatan, pengembangan seni dan konsepsi kepercayaan.

Selanjutnya, kedatangaan Ras Mongoloid pada ca 4.000 BP melalui jalur migrasi barat (Asia Tenggara) dan jalur timur (Taiwan) mengakibatkan interaksi antar-ras, percampuran budaya dan biologis. Di sisi lain, pertemuan kedua ras ini menjadikan populasi australomelanesia yang lebih dikenal dengan sebutan Melanesia ini perlahan bergeser ke wilayah timur Indonesia.

Hingga akhirnya, pada masa kemerdekaan, kedua ras yang mendiami Nusantara ini bersatu dalam NKRI dan menciptakan pertautan biologis dan kultural sampai saat ini. Melanesia di Nusantara ini dapat ditelusuri melalui temuan-temuan yang memperlihatkan adanya kesamaan dan masih bertahan hingga saat ini.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT