KUPANG, iNews.id - Identitas prajurit TNI gugur ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua Tengah akhirnya terungkap. Prajurit tersebut adalah Praka Satria Taopan (29), putra daerah asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang gugur saat menjalankan tugas negara di Papua.
Praka Satria Taopan merupakan anggota Satgas Pamtas Mobile Yonif 100 Prajurit Setia, Kodam I Bukit Barisan. Dia gugur dalam insiden penembakan di wilayah Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIT.
Perwakilan Satgas Pamtas Mobile Yonif 100 Prajurit Setia, Kapten Infanteri Despa, menjelaskan insiden yang menyebabkan identitas prajurit TNI gugur ditembak KKB di Nduga terjadi saat almarhum menjalankan tugas pengamanan pengantaran logistik makanan bagi prajurit lainnya menggunakan helikopter.
Dalam perjalanan menuju lokasi tugas, helikopter yang ditumpangi rombongan Satgas mendapat serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
“Almarhum gugur saat melaksanakan pengamanan pengantaran logistik makanan bagi prajurit menggunakan helikopter. Dalam perjalanan, helikopter mendapat serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata,” ujar Kapten Infanteri Despa, Sabtu (10/1/2026).
“Praka Satria Taopan terkena tembakan peluru musuh dan meninggal dunia dalam menjalankan tugas negara,” katanya lagi.
Komandan Kodim 1604/Kupang, Kolonel Infanteri Kadek Abriawan, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya prajurit TNI gugur ditembak KKB di Nduga tersebut. Ia menyebut Praka Satria Taopan sebagai prajurit terbaik yang dimiliki satuannya.
“Almarhum adalah prajurit terbaik kami. Ia telah melaksanakan tugas negara dengan maksimal dan penuh dedikasi. Atas pengabdiannya, TNI akan memakamkan almarhum secara kedinasan militer,” ujar Kolonel Infanteri Kadek Abriawan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait